Isrofiani, Laily (2026) Aplikasi Biomonitoring terhadap Akumulasi Mikroplastik pada Organ Insang dan Lambung Ikan Nila (Oreochromis niloticus) serta Dampak Biologisnya. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
2. Halaman Pengesahan Tugas Akhir.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (263kB) |
|
|
Text
9. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (225kB) |
|
|
Archive
Laily Isrofiani.zip Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Aktivitas antropogenik di wilayah pesisir Teluk Awur, Jepara berpotensi meningkatkan
pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan. Mikroplastik yang terakumulasi di
perairan berpotensi masuk ke tubuh ikan melalui jalur ingesti dan inhalasi yang
menimbulkan dampak biologis sehingga diperlukan pendekatan biomonitoring untuk
mengevaluasi tingkat paparan dan efeknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis
akumulasi mikroplastik pada insang dan lambung ikan nila (Oreochromis niloticus) serta
dampak biologisnya melalui pendekatan eksploratif dan eksperimental. Penelitian
eksploratif menggunakan metode simple random sampling 6 ekor ikan di kawasan budi
daya pesisir Teluk Awur Jepara, sedangkan penelitian eksperimental selama 21 hari
menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kelompok perlakuan
(kontrol dan PP-MP) masing-masing sebanyak 25 ekor ikan. Analisis jumlah dan ukuran
mikroplastik menggunakan stereo-mikroskop, analisis histologi dengan pewarnaan
Hematoksilin & Eosin (H&E), pengukuran kadar kortisol dengan metode ELISA, serta
dilakukan pengukuran parameter kualitas air. Bioakumulasi mikroplastik lebih tinggi pada
organ lambung (17,17±3,27 partikel/organ) dibandingkan insang (9,67±3,76
partikel/organ) (p < 0,05) yang mengindikasikan bahwa jalur utama paparan terjadi melalui
proses ingesti. Kerusakan histologis organ lambung ditandai dengan adanya disorganisasi,
penebalan epitel, erosi epitel fokal, edema interseluler, dan infiltrasi sel radang, sedangkan
pada insang ditandai dengan disorganisasi, fusi, clubbing dan pemendekan lamela sekunder
serta kongesti. Pola kerusakan histologis konsisten antara pendekatan eksploratif dan
eksperimental yang menunjukkan bahwa mikroplastik berperan sebagai faktor yang
memicu perubahan struktur jaringan insang dan lambung. Pada penelitian eksperimental,
kadar kortisol meningkat pada D14 (7,48 ng/mL) yang diikuti dengan tingginya akumulasi
dan kerusakan histologis. Hasil ini menunjukkan bahwa ikan nila berpotensi digunakan
sebagai biomonitor pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan.
Kata kunci: mikroplastik, biomonitoring, ikan nila, histologi, lambung, kortisol
(NO KETERSEDIAAN : 2229/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 09:07 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 09:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52446 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
