SAVITRI, Yuniar (2026) Rancang Bangun Sistem Optimasi Suhu, Kelembaban dan Waktu untuk Meningkatkan Kualitas Fermentasi Tempe Berbasis Logika Fuzzy. Masters thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
TESIS_YUNIAR SAVITRI_24040124410022.zip Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
3. REKOMENDASI LAYAK UJIAN TESIS.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (328kB) |
|
|
Text
7. KATA PENGANTAR.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
8. ABSTRAK.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
9. ABSTRACT.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
10. DAFTAR ISI.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (188kB) |
Abstract
Tempe merupakan produk tradisional Indonesia berbahan dasar kedelai
yang difermentasi. Proses fermentasi yang tidak maksimal menyebabkan kegagalan
produksi tempe. Pada penelitian ini, telah dibuat rancang bangun sistem optimasi
suhu, kelembaban, dan waktu untuk meningkatkan kualitas fermentasi tempe
berbasis logika fuzzy. Komponen utama sistem meliputi mikrokontroler Arduino
UNO R3 sebagai pengolah sinyal digital, ESP32 CAM sebagai perekam data visual
dan logika fuzzy. Program sistem kendali dan penentu kualitas fermentasi tempe
dijalankan dengan logika fuzzy. Suhu dan kelembaban dikendalikan oleh sistem
sesuai setpoint yang diharapkan. Kualitas fermentasi tempe didasarkan pada
perubahan massa tempe. Perubahan massa tempe diamati menggunakan sensor
loadcell HX711. Implementasi sistem dilakukan menggunakan dua buah sampel
kedelai dengan kondisi yang sama dari Home Industry Tempe Super Bina Selaras.
Sampel pertama sebagai kontrol dan sampel kedua diberi perlakuan dengan sistem
kendali pada proses fermentasi. Pengukuran sampel kedelai dianalisa sehingga
diketahui kondisi fermentasi terbaik. Hasil pengamatan menunjukkan miselium
sampel dengan perlakuan mulai tumbuh setelah 20 jam proses fermentasi tempe
fermentasit, terlihat penurunan massa tempe menjadi 384,69 g, sedangkankan
sampel kontrol baru mulai tumbuh setelah 27 jam. Setelah 51 jam fermentasi, untuk
penyusutan massa sampel dengan perlakuan terjadi sebesar 7,99 g dan sampel
kontrol sebesar 5,51 g. Perbedaan penyusutan massa yang besar menunjukkan
aktivitas fermentasi yang optimal. Perhitungan menggunakan metode fuzzy
Mamdani menegaskan bahwa kualitas fermentasi tempe dengan kendali termasuk
kategori baik. Dengan demikian, sistem kendali dan penentu kualitas fermentasi
tempe berbasis logika fuzzy efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas
fermentasi tempe.
Kata Kunci: Fermentasi tempe, Logika fuzzy, Kualitas fermentasi tempe, Kendali
suhu dan kelembaban, Sistem kendali otomatis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 07:56 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 07:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
