Rahmawati, Nining and Hidayati, Wahyu and Utami, Sri (2026) Studi Kasus : Penerapan Warm Water Foot Bath Therpay untuk Menurunkan Tingkat Fatigue pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210055_Nining Rahmawati_Halaman Depan.pdf Download (800kB) |
|
|
Text
22020125210055_Nining Rahmawati_KIAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (636kB) |
|
|
Text
22020125210055_Nining Rahmawati_Daftar Pustaka.pdf Download (152kB) |
Abstract
Fatigue merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, dengan prevalensi mencapai 71–92%. Kondisi ini bersifat multidimensional, mencakup kelelahan fisik, mental, dan emosional yang tidak membaik meskipun pasien telah beristirahat, sehingga berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Warm water foot bath therapy merupakan intervensi nonfarmakologis berupa perendaman kaki menggunakan air hangat yang bekerja melalui mekanisme vasodilatasi perifer, stimulasi sistem saraf parasimpatis, dan pelepasan endorfin endogen sehingga dapat membantu menurunkan fatigue. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan warm water foot bath therapy sebagai evidence-based nursing practice dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis. Studi kasus ini menggunakan pendekatan clinical reasoning delapan tahap dengan metode purposive sampling pada tiga pasien CKD stage 5 yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD dr. Adhyatma, MPH pada bulan Mei 2026. Instrumen pengukuran fatigue yang digunakan adalah kuesioner Piper Fatigue Scale (PFS). Intervensi dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan durasi 15–20 menit menggunakan air hangat bersuhu 39–43°C. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa ketiga pasien mengalami penurunan tingkat fatigue setelah diberikan intervensi. Skor PFS pasien 1 menurun dari 4,4 menjadi 3,6, pasien 2 dari 4,0 menjadi 3,0, dan pasien 3 dari 4,2 menjadi 3,3. Seluruh pasien mengalami perubahan kategori fatigue dari fatigue sedang menjadi fatigue ringan. Kesimpulan studi kasus ini adalah warm water foot bath therapy efektif sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien hemodialisis. Perawat diharapkan dapat menerapkan warm water foot bath therapy sebagai intervensi keperawatan mandiri pada unit hemodialisis untuk membantu menurunkan fatigue dan meningkatkan kenyamanan pasien.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Warm water foot bath therapy, Fatigue, Hemodialisis |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 08:08 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 08:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52412 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
