Ula, Syifana Izzatul and Ropyanto, Chandra Bagus and Kurnia, Esti Eva and Saragih, Ice Septriani (2026) Analisis Implementasi Lateral Positioning Pada Pasien Intraoperatif Di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr. Kariadi Semarang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-ABSTRAK)
SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-ABSTRAK.pdf Download (771kB) |
|
|
Text (SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-FULL TEXT)
SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (908kB) | Request a copy |
|
|
Text (SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-DAFTAR PUSTAKA)
SYIFANA IZZATUL ULA-22020125210074-KTI-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (97kB) |
Abstract
Pendahuluan: Posisi lateral merupakan salah satu posisi yang sering digunakan selama tindakan operasi untuk memberikan akses optimal pada area pembedahan tertentu. Namun, posisi ini memiliki risiko komplikasi intraoperatif seperti cedera tekan, gangguan perfusi jaringan, dan cedera nervus perifer apabila tidak dilakukan secara tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada tiga pasien intraoperatif yang menjalani tindakan Microvascular Decompression (MVD), Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), dan Total Hip Replacement (THR) di ruang Instalasi Bedah Sentral. Data dikumpulkan melalui observasi implementasi lateral positioning meliputi teknik posisi, penggunaan alat bantu, proteksi area risiko tekanan, kondisi jalan napas, stabilitas hemodinamik, dan pemantauan intraoperatif. Hasil dan Pembahasan: Hasil observasi menunjukkan bahwa implementasi posisi lateral pada ketiga kasus telah dilakukan sesuai prinsip patient safety melalui penggunaan alat bantu pemosisian, proteksi area penonjolan tulang, pengamanan jalan napas, serta evaluasi posisi tubuh secara berkala. Selama periode intraoperatif, kondisi jalan napas tetap paten, hemodinamik relatif stabil, serta tidak ditemukan cedera tekan maupun cedera kulit. Namun, masih ditemukan penggunaan alat bantu pemosisian yang dimodifikasi akibat keterbatasan fasilitas. Kesimpulan: Implementasi posisi lateral pada ketiga kasus secara umum telah sesuai dengan prinsip keselamatan pasien intraoperatif. Meskipun masih ditemukan penggunaan alat bantu pemosisian yang dimodifikasi, penerapannya tetap mengacu pada prinsip patient safety.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | posisi lateral, intraoperatif, keselamatan pasien, implikasi perioperatif |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 01:42 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 01:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52352 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
