Trisnaamijaya, Denny and Ngestiningsih, Dwi (2026) Hubungan Status Sarkopenia terhadap Kecepatan Berjalan dan Kualitas Hidup Lansia di Komunitas. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (6. Abstrak Tesis Denny - Bhs Indonesia dan Inggris)
6. Abstrak Tesis Denny - Bhs Indonesia dan Inggris.pdf Download (17kB) |
Abstract
Latar Belakang: Sarkopenia merupakan sindrom geriatrik yang ditandai oleh penurunan massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik yang berhubungan dengan berbagai luaran kesehatan yang merugikan pada lansia, seperti penurunan mobilitas, peningkatan risiko jatuh, disabilitas, ketergantungan fungsional, penurunan kualitas hidup, hingga peningkatan mortalitas. Meskipun demikian, penelitian yang mengevaluasi hubungan status sarkopenia dengan kecepatan berjalan dan kualitas hidup secara bersamaan pada lansia yang tinggal di komunitas masih terbatas, khususnya di Indonesia.
Tujuan: Menganalisis hubungan status sarkopenia dengan kecepatan berjalan dan kualitas hidup pada lansia di komunitas.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada 79 lansia di komunitas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status sarkopenia ditentukan berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019 melalui penilaian massa otot, kekuatan otot, dan performa fisik. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-square, sedangkan faktor-faktor yang berhubungan secara independen dengan kualitas hidup dianalisis menggunakan regresi logistik biner.
Hasil: Sebanyak 43 dari 79 subjek penelitian (54,4%) mengalami sarkopenia. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status sarkopenia dan kecepatan berjalan (p = 0,003), antara status sarkopenia dan kualitas hidup (p = 0,024), serta antara kecepatan berjalan dan kualitas hidup (p = 0,042). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, tinggi badan, dan aktivitas fisik berhubungan secara independen dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status sarkopenia dengan kecepatan berjalan dan kualitas hidup pada lansia di komunitas. Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara kecepatan berjalan dan kualitas hidup. Usia, tinggi badan, dan aktivitas fisik berhubungan secara independen dengan kualitas hidup lansia.
Kata Kunci: sarkopenia; kecepatan berjalan; kualitas hidup; lansia; WHOQOL-BREF.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sarkopenia; kecepatan berjalan; kualitas hidup; lansia; WHOQOL-BREF. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 04:41 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 04:41 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52331 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
