Search for collections on Undip Repository

Analisis Penerapan Penghangat Aktif dan Pasif dalam Manajemen Hipotermia pada Pasien dengan Pembedahan Abdomen di IBS RSUP Dr. Kariadi Semarang

Mardana, Azizah Eka and Ropyanto, Chandra Bagus and Kurnia, Esti Eva (2026) Analisis Penerapan Penghangat Aktif dan Pasif dalam Manajemen Hipotermia pada Pasien dengan Pembedahan Abdomen di IBS RSUP Dr. Kariadi Semarang. [Experiment] (Unpublished)

[thumbnail of 22020125210090_Azizah Eka Mardana_Halaman Awal.pdf] Text
22020125210090_Azizah Eka Mardana_Halaman Awal.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 22020125210090_Azizah Eka Mardana_Full Text.pdf] Text
22020125210090_Azizah Eka Mardana_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of 22020125210090_Azizah Eka Mardana_Daftar Pustaka.pdf] Text
22020125210090_Azizah Eka Mardana_Daftar Pustaka.pdf

Download (162kB)

Abstract

Latar belakang: Hipotermia perioperatif masih menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien pembedahan dengan angka kejadian mencapai 20–70%, bahkan meningkat hingga 88.6% pada pasien postoperatif bedah abdomen tanpa intervensi terapi penghangatan. Kondisi ini dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pembedahan akibat gangguan koagulasi, peningkatan perdarahan, risiko infeksi luka operasi, menggigil, dan keterlambatan pemulihan pasien, sehingga pencegahan hipotermia perioperatif menjadi sangat penting. Tujuan: Untuk menganalisis penerapan penghangat aktif (Forced-Air Warming/FAW) dan penghangat pasif (selimut katun) dalam manajemen hipotermia perioperatif pada pasien dengan pembedahan abdomen. Metode : Menggunakan desain studi kasus deskriptif pada 3 pasien post operasi abdomen di Recovery Room IBS RSUP Dr. Kariadi Semarang. Intervensi dilakukan melalui penerapan penghangat aktif dan pasif dengan pemantauan suhu tubuh setiap 15 menit selama periode observasi. Hasil : Tampak peningkatan suhu tubuh secara bertahap pada seluruh pasien setelah penerapan intervensi penghangatan, 2 pasien mencapai normotermia dalam rentang 30–36 menit, sedangkan 1 pasien belum mencapai normotermia karena durasi observasi yang lebih singkat akibat transfer lebih awal ke ruang perawatan. Kombinasi penghangat aktif dan pasif terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh serta meningkatkan kenyamanan pasien pada periode post operatif. Kesimpulan : Kombinasi Forced-Air Warming (FAW) dan selimut katun efektif mengatasi hipotermia perioperatif pada pasien bedah abdomen. Efektivitasnya dipengaruhi oleh durasi penghangatan, kondisi pasien, dan pemantauan suhu. Perawat berperan penting dalam penerapan penghangatan aktif dan pasif secara tepat.

Item Type: Experiment
Uncontrolled Keywords: Hipotermia perioperatif, penghangat aktif, penghangat pasif, bedah abdomen.
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Nursing
Depositing User: Keperawatan Undip
Date Deposited: 11 Jun 2026 08:25
Last Modified: 11 Jun 2026 08:25
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52275

Actions (login required)

View Item View Item