ABIRA, SHAYRA HIDZA (2026) GAMBARAN DISTRIBUSI KASUS TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT (TB-RO), FAKTOR RISIKO, DAN KEPATUHAN PENGOBATAN DI YAYASAN MENTARI SEHAT INDONESIA KOTA SEMARANG TAHUN 2025 (EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO SHAYRA.pdf - Published Version Download (516kB) |
Abstract
Kasus Tuberkulosis (TB) dan TB-RO terus meningkat pada tingkat global begitu pula dalam tingkat nasional dimana Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat keempat dengan beban kasus TB-RO tertinggi di Indonesia. Kompleksitas regimen dan durasi pengobatan yang panjang menjadi hambatan utama dalam kepatuhan pengobatan penderita. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran distribusi kasus TB-RO, faktor risiko, dan kepatuhan pengobatan di Yayasan Mentari Sehat Indonesia Kota Semarang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TB-RO yang aktif mendapatkan pendampingan dengan sampel sebanyak 18 penderita melalui teknik total sampling. Hasil penelitian berdasarkan aspek person menunjukkan kasus setara pada usia 45–59 tahun dan ≥60 tahun (masing-masing 33,3%), mayoritas laki-laki (55,6%), berpendidikan SMA (77,8%), tidak bekerja (61,1%), dan merupakan kasus baru (55,6%). Berdasarkan place, kasus tertinggi di Kecamatan Tembalang (27,8%) dan seluruhnya (100,0%) berobat di rumah sakit. Berdasarkan time, mayoritas menjalani pengobatan <12 bulan (72,2%) dan didampingi <6 bulan (66,7%). Faktor risiko internal didominasi efek samping obat (83,3%), komorbid DM (38,9%), dan gizi kurus (27,8%), sedangkan faktor eksternal, meliputi pendapatan di bawah UMR (88,9%) dan kepadatan hunian tinggi (77,8%). Namun, penderita ditunjang faktor nondominan berupa dukungan sosial tinggi (88,9%), akses fasilitas kesehatan <1 jam (100,0%), dan memiliki PMO aktif (94,4%). Tingkat kepatuhan pengobatan menunjukkan hasil sangat baik dengan mayoritas kepatuhan tinggi (55,6%) dan sedang (38,9%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa meskipun penderita menghadapi beban klinis berupa efek samping obat yang masif dan keterbatasan ekonomi, keberadaan PMO yang aktif serta dukungan sosial yang tinggi dapat berkemungkinan untuk mempertahankan kepatuhan pengobatan yang optimal.
Kata kunci : TB-RO, faktor risiko, kepatuhan pengobatan, epidemiologi
deskriptif, Yayasan Mentari Sehat Indonesia Kota Semarang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 08:12 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 08:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52013 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
