Search for collections on Undip Repository

Strategi Perawat dalam Intervensi Penanganan Risiko Berulang pada Pasien Self-Harm: Studi Kualitatif

Putri, Dwita Rema Nadias and Sari, Sri Padma and Fitri, Anindyarani and Dwidiyanti, Meidiana (2026) Strategi Perawat dalam Intervensi Penanganan Risiko Berulang pada Pasien Self-Harm: Studi Kualitatif. [Experiment] (Unpublished)

[thumbnail of Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Halaman Depan Artikel KIAN.pdf] Text
Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Halaman Depan Artikel KIAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Isi Artikel KIAN.pdf] Text
Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Isi Artikel KIAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[thumbnail of Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Daftar Pustaka Artikel KIAN.pdf] Text
Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Daftar Pustaka Artikel KIAN.pdf

Download (997kB)
[thumbnail of Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Full Artikel KIAN.pdf] Text
Dwita Rema Nadias Putri_22020125210057_Full Artikel KIAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

Latar Belakang: Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa niat bunuh diri yang prevalensinya tinggi di Indonesia, dengan lebih dari 36,9% penduduk pernah melakukannya dan mencapai 45% pada kelompok usia 18–24 tahun. Perawat psikiatri menghadapi tantangan serius dalam menangani risiko berulang, terutama akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan terapeutik yang spesifik. Tujuan: Mengeksplorasi strategi perawat dalam intervensi penanganan risiko berulang pada pasien self-harm di ruang perawatan psikiatri RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Metode: Kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga perawat di Ruang UPIP/Kresna dan Endrotenoyo pada Mei 2026, dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase Braun dan Clarke. Hasil: Teridentifikasi lima tema: (1) faktor risiko berulang berbasis stresor lingkungan; (2) tanda awal berupa penarikan diri dan ketiadaan isyarat verbal/non-verbal; (3) asesmen dan pengawasan menggunakan instrumen RBD, modifikasi lingkungan, pelibatan keluarga, dan restrain; (4) kriteria keamanan pulang berdasarkan skor RBD dan respons verbal; serta (5) persiapan keluarga dan discharge planning. Temuan juga mengidentifikasi kebutuhan penguatan tiga keterampilan terapeutik spesifik yang belum sepenuhnya diterapkan: validasi emosi, regulasi emosi, dan mindfulness. Kesimpulan: Strategi perawat bersifat multidimensional, mencakup asesmen, modifikasi lingkungan, dan pemberdayaan keluarga. Di samping itu, perawat membutuhkan penguatan tiga keterampilan terapeutik spesifik: (1) validasi emosi sebagai fondasi hubungan terapeutik; (2) regulasi emosi melalui teknik grounding, distraksi, dan restrukturisasi kognitif; serta (3) mindfulness untuk meningkatkan toleransi distres. Diperlukan pelatihan dan panduan klinis berbasis bukti yang mengintegrasikan ketiga keterampilan ini guna meningkatkan kompetensi perawat dalam mencegah risiko berulang self-harm.

Item Type: Experiment
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: self-harm; strategi keperawatan; risiko berulang
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Nursing
Depositing User: Keperawatan Undip
Date Deposited: 08 Jun 2026 04:24
Last Modified: 08 Jun 2026 04:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51977

Actions (login required)

View Item View Item