AL FIYAH, YURIZKA and Marjo, Marjo and Putrijanti, Aju (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP EKSEPSI OBSCUUR LIBEL DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SEMARANG (STUDI PUTUSAN NOMOR 494/PDT.G/2023/PN SMG). _031 Acara 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Yurizka Al Fiyah-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (646kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-abstrak.pdf Download (90kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (233kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (356kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (404kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (103kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-dapus.pdf Download (160kB) |
|
|
Text
Yurizka Al Fiyah-lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kejelasan gugatan merupakan prasyarat penting dalam Hukum Acara Perdata karena menjadi dasar bagi hakim dalam menentukan ruang lingkup pemeriksaan perkara dan bagi para pihak dalam memahami pokok sengketa. Gugatan yang tidak jelas berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta menghambat proses
pembuktian, sehingga mendorong diajukannya eksepsi obscuur libel sebagai keberatan terhadap gugatan yang kabur. Permasalahan ini tampak dalam praktik peradilan, khususnya dalam Putusan Nomor 494/Pdt.G/2023/PN Smg, yang menunjukkan adanya dinamika dalam penerapan konsep gugatan kabur dalam pemeriksaan perkara perdata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan diajukannya eksepsi obscuur libel dalam pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Negeri Semarang, menganalisis pelaksanaan eksepsi tersebut dalam praktik persidangan, serta mengkaji pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 494/Pdt.G/2023/PN Smg dalam kaitannya dengan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan serta asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta didukung oleh wawancara dengan hakim Pengadilan Negeri Semarang dan advokat sebagai data tambahan dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan eksepsi obscuur libel dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan posita dan petitum, ketidaksinkronan antara keduanya, serta tidak jelasnya hubungan hukum antar para pihak, termasuk adanya pencampuran antara ranah hukum pidana dan perdata dalam satu gugatan. Pelaksanaan eksepsi dilakukan pada tahap jawab-jinawab dan diperiksa bersama
dengan pokok perkara sesuai ketentuan Pasal 136 HIR, sehingga tidak diputus secara terpisah pada tahap awal. Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 494/Pdt.G/2023/PN Smg menitikberatkan pada aspek formil gugatan yang dinilai tidak memiliki kejelasan konstruksi hukum, khususnya terkait hubungan antara posita dan petitum serta dasar hukum yang digunakan, sehingga berujung pada
amar putusan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard). Penerapan tersebut menunjukkan kesesuaian dengan ketentuan Hukum Acara Perdata dan doktrin yang berlaku, namun dalam praktiknya masih menghadapi kendala efektivitas karena belum sepenuhnya mendukung asas peradilan sederhana, cepat,
dan biaya ringan.
Kata Kunci: Perkara Perdata, Eksepsi, Gugatan, Obscuur Libel
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkara Perdata, Eksepsi, Gugatan, Obscuur Libel |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 03:46 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 03:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51960 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
