Dewi, Hani Kartika and Hadiati, Titis and Asikin, Hang Gunawan (2026) Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Stres, Kecemasan, dan Depresi (Studi pada Mahasiswa Semester 2 Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (279kB) |
Abstract
Latar Belakang: Masa perkuliahan tahun pertama merupakan tahap transisi penting bagi dewasa muda, khususnya bagi mahasiswa kedokteran yang menghadapi berbagai tantangan dan tanggung jawab baru. Self-efficacy yang rendah dapat menyebabkan individu memersepsikan tantangan sebagai distress, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada mahasiswa semester 2 Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik tipe korelasional dengan desain belah lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yang melibatkan mahasiswa semester 2 Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Self-efficacy dinilai dengan General Self Efficacy Scale (GSES) dan tingkat stres, kecemasan, depresi dinilai dengan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) yang sudah teruji valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman, Chi-Square, dan Fisher's Exact.
Hasil: Terdapat 261 responden yang terlibat dalam penelitian ini. Mayoritas responden memiliki self-efficacy tinggi (94,3%), tingkat stres berat (39,1%), kecemasan sangat berat (68,2%), dan depresi sedang (54,4%). Faktor demografi (jenis kelamin, status tempat tinggal, prestasi akademik, dan status ekonomi) tidak berhubungan signifikan dengan self-efficacy, tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan tingkat stres (p=0,000; r=−0,228) dan depresi (p=0,000; r=−0,249) dengan korelasi negatif lemah, serta kecemasan (p=0,028; r=−0,136) dengan korelasi negatif sangat lemah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi.
Kata kunci: Self-efficacy; tingkat stres; tingkat kecemasan; tingkat depresi; mahasiswa kedokteran
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self-efficacy; tingkat stres; tingkat kecemasan; tingkat depresi; mahasiswa kedokteran |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:35 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
