Search for collections on Undip Repository

NEGOSIASI KELUARGA MANDAILING MUSLIM TERHADAP TRADISI UPA-UPA DALAM PERNIKAHAN ADAT MANDAILING (Studi Kasus di Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara)

Mifthahussururi, Marlina Ananda (2026) NEGOSIASI KELUARGA MANDAILING MUSLIM TERHADAP TRADISI UPA-UPA DALAM PERNIKAHAN ADAT MANDAILING (Studi Kasus di Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Cov.pdf] Text
SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Cov.pdf

Download (812kB)
[thumbnail of SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Abs.pdf] Text
SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Abs.pdf

Download (445kB)
[thumbnail of SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG BAB I.pdf] Text
SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG BAB I.pdf

Download (506kB)
[thumbnail of SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG BAB II.pdf] Text
SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG BAB II.pdf

Download (666kB)
[thumbnail of SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Ok.pdf] Text
SI2450 13010122130040 REVISI AFTER SIDANG Ok.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Benturan antara kebudayaan lokal dan ajaran Islam yang sering kali terjadi di
tengah masyarakat modern melatari penelitian negosiasi keluarga Mandailing
Muslim terhadap tradisi upa-upa. Berangkat dari kegelisahan tersebut, penelitian
ini memiliki tujuan untuk menelisik bagaimana tradisi dapat beriringan dengan
agama dengan mengkaji pengaruh nilai keislaman dalam tradisi upa-upa dan
bentuk negosiasi yang dilakukan oleh keluarga Mandailing Muslim. Penelitian ini
menggunakan metode etnografi yang meliputi observasi partisipan dan wawancara
mendalam guna menggambarkan tradisi upa-upa melalui sudut pandang pelaku
budaya. Gagasan Emile Durkheim tentang kepercayaan-ritus dan sakral-profan
dipinjam untuk menganalisis temuan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan:
(1) kehadiran agama Islam telah merekonstruksi sistem kepercayaan masyarakat
suku Mandailing, serta melatari pergeseran tingkat kesakralan, arah kepercayaan,
dan tata cara ritual, (2) terdapat dua negosiasi yang dilakukan, yaitu pemaknaan
ganda objek pangupa dan penolakan atas gerakan “memanggil tondi” di atas kepala
pengantin. Negosiasi yang dilakukan oleh keluarga Mandailing Muslim
menegaskan bahwa agama Islam menempati tingkat tertinggi kesakralan,
sedangkan tradisi upa-upa mengalami penurunan kesakralan. Terlepas persepsi
orang suku Mandailing bahwa tradisi upa-upa memiliki kesakralan utuh,
sesungguhnya anggapan itu sebatas kesadaran kolektif belaka. Keyakinan terhadap
Islam dan tondi bersama-sama melampaui pemisahan kaku sakral-profan. Dua
domain tersebut menjaga tradisi upa-upa tetap hidup dan relevan sehingga dapat
terus dijalankan.
Kata kunci: Suku Mandailing, Upa-upa, Negosiasi, Kepercayaan-ritus, Sakralprofan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Suku Mandailing, Upa-upa, Negosiasi, Kepercayaan-ritus, Sakralprofan
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 05 Jun 2026 07:55
Last Modified: 05 Jun 2026 07:55
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51917

Actions (login required)

View Item View Item