Nurhaliza, Firdha (2026) Efek Ekstrak Meniran Hijau (Phyllanthus niruri L.) pada Histopatologi Otot Femur Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Obat Kemoterapi Cisplatin. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (292kB) |
Abstract
Cisplatin merupakan agen kemoterapi efektif, namun berpotensi menimbulkan
toksisitas pada otot rangka melalui peningkatan stres oksidatif dan respons
inflamasi sehingga menyebabkan kerusakan jaringan otot. Meniran hijau
(Phyllanthus niruri L.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi
yang berpotensi mengurangi kerusakan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis histopatologi otot femur tikus Wistar yang diinduksi cisplatin setelah
pemberian ekstrak daun meniran hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan; P0 (kontrol), P1
(cisplatin); P2 (cisplatin+meniran 200 mg/kg BB), dan P3 (cisplatin+meniran 400
mg/kg BB). Variabel yang diamati meliputi struktur histopatologi, diameter serat
otot, diameter fasikulus, cross sectional area (CSA), dan jumlah serat otot. Data
dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjut uji Duncan. Struktur histopatologi
P1 memperlihatkan variasi ukuran serat dan indikasi degenerasi, sedangkan pada
P2 & P3 serat otot yang tampak relatif lebih rapat. Hasil penelitian menunjukan
bahwa diameter serat kelompok P1 (29,10 µm) berbeda nyata dibandingkan
kelompok lainnya, kelompok P2 (35,06 µm) tidak berbeda nyata dibandingkan
kelompok P3 (35,61 µm) tetapi berbeda nyata dibandingkan kelompok P0 (37,09
µm), dan kelompok P3 dan P0 tidak berbeda nyata. Diameter fasikulus menurun
secara signifikan pada P1 (205,21 µm) sedangkan P0, P2, dan P3 (239,47; 234,80;
236,48 µm) tidak berbeda nyata. Ketebalan perimisium meningkat signifikan pada
P1 (35,88 µm) sedangkan P0, P2 & P3 (23,66; 21,68; 21,72 µm) tidak berbeda nyata
Hasil CSA tidak menunjukan perbedaan signifikan (p>0,05). Jumlah serat pada P1
cenderung memiliki angka yang lebih kecil dibandingkan kelompok lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak meniran hijau dosis
400 mg/kg BB memiliki potensi protektif yang lebih baik dalam mempertahankan
struktur serat otot.
Kata kunci: antioksidan, atrofi otot, cross sectional area, stres oksidatif, toksisitas
(NO KETERSEDIAAN : 2226/B/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 04:13 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 04:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51884 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
