AL-GHIFARI, RIANZA and Santoso, Budi and Anggayasti, Umaira Hayuning (2026) PERBANDINGAN PENGATURAN PENCEGAHAN PRAKTIK PATENT EVERGREENING DI INDONESIA, JEPANG, DAN INDIA. _060 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Rianza Al-Ghifari-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (594kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-abstrak.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (340kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (354kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (487kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (204kB) |
|
|
Text
Rianza Al-Ghifari-dapus.pdf Download (221kB) |
Abstract
Paten berperan penting dalam mendorong inovasi melalui pemberian hak eksklusif atas invensi. Namun, pemanfaatannya acapkali menghadapi tantangan berupa praktik patent evergreening, yaitu perpanjangan perlindungan paten melalui modifikasi minor tanpa peningkatan signifikan. Di Indonesia, pencegahan praktik
tersebut dilakukan melalui pemeriksaan substantif dan patent opposition, tetapi efektivitasnya melemah pasca dihapusnya Pasal 4 huruf F Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 dan belum diaturnya pre-grant opposition. Sementara itu, Jepang dan India telah mengatur mekanisme yang lebih komprehensif melalui Japan Patent
Act dan Indian Patent Act dalam mencegah praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan komparatif yang dianalisis secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan patent evergreening di Indonesia belum optimal setelah dihapusnya Pasal 4 huruf F melalui Undang-Undang Nomor
65 Tahun 2024 yang selama ini telah menjadi larangan eksplisit praktik tersebut.
Mekanisme keberatan paten juga bersifat represif karena belum mengatur pre-grant opposition dan belum didukungnya quality assurance dalam pemeriksaan paten. Sebagai perbandingan, Jepang mencegah praktik ini melalui pemeriksaan substantif dan quality assurance yang ketat serta invalidation trial opposition dan post-grant opposition. Adapun India secara tegas melarang modifikasi minor melalui Pasal 3(d) Indian Patent Act yang diperkuat dengan quality assurance dan mekanisme pre-grant dan post-grant opposition.
Kata Kunci: Patent Evergreening, Pemeriksaan Substantif, Patent Opposition
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Patent Evergreening, Pemeriksaan Substantif, Patent Opposition |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 03:28 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 03:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51786 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
