NAZARUDDIN, Nazaruddin (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI QRIS OLEH PEDAGANG PASAR TRADISIONAL: STUDI KASUS MULTIPASAR DI TANGERANG SELATAN (OKTOBER – DESEMBER 2025). Masters thesis, UNDIP : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. T - Cover - 12010124413115.pdf - Published Version Download (375kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. T - Abstrak (Inggris) - 12010124413115.pdf - Published Version Download (299kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. T - Abstrak (Indonesia) - 12010124413115.pdf - Published Version Download (258kB) |
|
|
Text (Daftar IIsi)
6. T - Daftar Isi - 12010124413115.pdf - Published Version Download (479kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. T - Daftar Pustaka - 12010124413115.pdf - Published Version Download (428kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. T - Fulltext PDF Bookmarks - 12010124413115.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh
pedagang pasar tradisional di wilayah Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipasar (embedded multiple
case study) yang melibatkan empat pasar tradisional, terdiri dari dua pasar yang
dikelola oleh developer dan dua pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pedagang, pengelola pasar,
dan pembeli, serta observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan
pendekatan analisis tematik dengan bantuan software NVivo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi QRIS dipengaruhi oleh faktor
pendorong (enabler), hambatan (barrier), konteks pasar, dan outcome. Persepsi
manfaat menjadi faktor utama yang mendorong penggunaan, didukung oleh
pengaruh sosial dan permintaan pembeli. Sementara itu, hambatan utama meliputi
rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, kebiasaan transaksi tunai, serta
rendahnya kepercayaan. Konteks pasar juga berperan penting, di mana pasar yang
dikelola developer memiliki tingkat adopsi lebih tinggi dibandingkan pasar nondeveloper.
Penelitian ini menegaskan relevansi Technology Acceptance Model (TAM)
sebagai kerangka analisis yang perlu diperluas dengan faktor eksternal. Temuan ini
memberikan implikasi bagi perbankan dan pengelola pasar dalam mendorong
adopsi QRIS secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | QRIS, adopsi teknologi, pasar tradisional, TAM, pembayaran digital. |
| Subjects: | Economics and Business > Management |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Master Program in Management |
| Depositing User: | Manajemen Lib |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 02:19 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 02:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51771 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
