Search for collections on Undip Repository

Evaluasi Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung Kota Semarang Berdasarkan Kualitas Ekologis

Hapsari, Cindy Octavia (2026) Evaluasi Rencana Pola Ruang Kawasan Lindung Kota Semarang Berdasarkan Kualitas Ekologis. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of FULL BAB.pdf] Text
FULL BAB.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Published Version

Download (421kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Published Version

Download (798kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Published Version

Download (512kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Published Version

Download (3MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (216kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (224kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan yang pesat di Kota Semarang menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, terutama pada kawasan lindung yang berfungsi sebagai penyangga ekologis wilayah. Meskipun kawasan lindung telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang Tahun 2011–2031, efektivitas implementasinya dalam menjaga kualitas ekologis wilayah belum banyak dievaluasi secara kuantitatif dan spasial. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kesenjangan antara kebijakan tata ruang dengan kondisi ekologis aktual di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas ekologis Kota Semarang secara spasial dan temporal menggunakan Remote Sensing Ecological Index (RSEI) serta mengevaluasi efektivitas penetapan kawasan lindung dalam RTRW berdasarkan kondisi ekologis aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan analisis spasial dengan memanfaatkan citra satelit Landsat pada empat periode pengamatan, yaitu tahun 2011, 2016, 2021, dan 2026. Nilai RSEI dibangun dari empat indikator ekologis utama, yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Wetness Index (WET), Normalized Difference Built-up and Soil Index (NDBSI), dan Land Surface Temperature (LST). Keempat indikator tersebut dinormalisasi dan diintegrasikan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk menghasilkan indeks kualitas ekologis wilayah. Selanjutnya dilakukan analisis perubahan spasial-temporal kualitas ekologis, analisis kesesuaian spasial antara nilai RSEI dengan rencana pola ruang kawasan lindung, serta validasi melalui observasi lapangan pada beberapa lokasi kawasan lindung di Kota Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas ekologis Kota Semarang selama periode 2011-2026 mengalami dinamika yang fluktuatif. Pada tahun 2016, kelas buruk meningkat hingga 31,76%, yang menunjukkan meningkatnya tekanan pembangunan terhadap lingkungan. Pada tahun 2021, kelas sedang menjadi kategori dominan sebesar 36,18%, sementara kelas sangat baik menurun menjadi 3,75%. Kondisi terkini tahun 2026 menunjukkan sedikit perbaikan dengan meningkatnya kelas baik menjadi 31,17%, meskipun secara umum kualitas ekologis wilayah masih berada pada kategori menengah. Hasil PCA menunjukkan bahwa indikator NDVI dan NDBSI merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pembentukan nilai RSEI, yang menunjukkan bahwa perubahan tutupan vegetasi dan peningkatan kawasan terbangun menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas ekologis wilayah. Evaluasi kesesuaian spasial menunjukkan bahwa sebagian kawasan lindung masih memiliki kualitas ekologis yang baik, namun pada beberapa lokasi ditemukan kualitas ekologis sedang hingga buruk serta perubahan pemanfaatan ruang seperti permukiman pada sempadan sungai dan ruang terbuka hijau. Berdasarkan hasil perhitungan, tingkat efektivitas penetapan kawasan lindung dalam RTRW Kota Semarang sebesar 67,48%, yang menunjukkan bahwa fungsi kawasan lindung telah berjalan, namun belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengendalian pemanfaatan ruang, rehabilitasi vegetasi, serta pemantauan kualitas ekologis secara berkala untuk mendukung keberlanjutan lingkungan perkotaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kualitas Ekologis, RSEI, Kawasan Lindung, Penginderaan Jauh, RTRW, Kota Semarang.
Subjects: Engineering > Urban and Regional Planning
Divisions: School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning
Depositing User: Oktavia Perpus Vokasi
Date Deposited: 03 Jun 2026 08:35
Last Modified: 03 Jun 2026 08:35
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51739

Actions (login required)

View Item View Item