AZHAR, Raffi Al Yasa (2026) PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK DALAM MENGUNGKAP SKEMA FRAUD (STUDI FENOMENOLOGI KORUPSI HARVEY MOEIS). Diploma thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika & Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S - Cover - 12030122140331.pdf - Published Version Download (626kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12030122140331.pdf - Published Version Download (618kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12030122140331.pdf - Published Version Download (618kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12030122140331.pdf - Published Version Download (621kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12030122140331.pdf - Published Version Download (624kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmarks - 12030122140331.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Berdasarkan data dari Association of Certified Fraud Examiners pada tahun 2016, korupsi merupakan jenis kecurangan yang paling sering terjadi di Indonesia. Korupsi, di sisi yang sama, erat dengan manipulasi keuangan. Kasus korupsi Harvey Moeis merupakan salah satu kasus yang sangat merugikan negara Indonesia. Oleh karena itu, kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana peran akuntansi forensik dapat diterapkan dalam mengungkap kecurangan yang kompleks seperti dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan pendekatan akuntansi forensik memungkinkan auditor untuk mengevaluasi dokumen-dokumen, termasuk bukti transfer, rekonsiliasi bank, dan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data-data yang diambil adalah data primer dengan metode wawancara dengan para informan serta data sekunder melalui studi kepustakaan untuk mendukung dan mengontekstualisasikan interpretasi dari data primer. Data yang telah diambil kemudian akan dianalisis menggunakan analisis tematik.
Hasil penelitian, berdasarkan pemahaman informan, menunjukkan bahwa Harvey Moeis melakukan korupsi dengan memenuhi unsur-unsur hukum berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, diikuti oleh skema pencucian uang tiga tahap yaitu penempatan, pelapisan, dan integrasi. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh informan, akuntansi forensik dinilai memiliki peran sentral dalam proses penyidikan oleh kejaksaan untuk mengungkap aliran dana ilegal, yang mencakup penelusuran aliran dana, analisis transaksi keuangan, penggalian data forensik, penelusuran aset, serta penerapan Benford's Law dalam mendeteksi anomali pada laporan keuangan. Audit investigasi yang dilakukan oleh BPKP RI pun diyakini dapat menjadi barang bukti yang kuat di muka pengadilan dalam upaya mengungkap kerugian negara yang diduga diakibatkan oleh tindak kecurangan yang dilakukan oleh Harvey Moeis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akuntansi Forensik; kecurangan; korupsi; pencucian uang |
| Subjects: | Economics and Business > Accounting Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Accounting |
| Depositing User: | Akuntansi Lib |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 04:22 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 04:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
