Arnorisa, Alfa Monica and Anam, Moh Syarofil and Pratiwi, Rina (2026) FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA STUNTING. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak Tesis B Indonesia)
Abstrak Tesis B Indonesia.pdf Download (124kB) |
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia. Balita stunting merupakan kelompok dengan gangguan pertumbuhan linier kronis yang diduga lebih rentan terhadap infeksi, termasuk TB. Namun, faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada balita stunting belum banyak diteliti secara khusus.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada balita stunting.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada balita stunting usia 6–59 bulan di beberapa puskesmas Kota Semarang. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, status gizi, berat badan menurut umur, parut BCG, status kontak TB, pendidikan ibu, pendapatan orang tua, kondisi lingkungan rumah, kepadatan hunian, serta asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak. Diagnosis TB ditegakkan berdasarkan kriteria bakteriologis atau diagnosis klinis. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square, uji t independen, atau Mann–Whitney sesuai jenis data, kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik untuk analisis multivariat.
Hasil: Sebanyak 283 balita stunting diikutsertakan dalam penelitian, terdiri atas 128 anak (45,2%) dengan TB paru dan 155 anak (54,8%) tanpa TB paru. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, status kontak TB, kepadatan hunian, dan asupan protein berhubungan bermakna dengan kejadian TB paru. Pada analisis multivariat, variabel yang tetap berhubungan bermakna adalah usia (p=0,015), status kontak TB (OR 3,168; 95% CI 1,589–6,316; p=0,001), kondisi lingkungan rumah (OR 1,684; 95% CI 1,005–2,821; p=0,048), kepadatan hunian (OR 2,055; 95% CI 1,225–3,448; p=0,006), dan asupan protein (OR 1,448; 95% CI 1,004–2,087; p=0,047).
Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB pada balita stunting adalah usia, status kontak TB, kondisi lingkungan rumah, kepadatan hunian, dan asupan protein. Hasil ini menunjukkan bahwa pada balita stunting, kejadian TB paru tidak hanya berkaitan dengan sumber penularan dan kondisi rumah, tetapi juga dengan keadaan nutrisi anak.
Kata kunci: tuberkulosis, balita stunting, faktor risiko, kontak TB, asupan protein.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tuberkulosis, balita stunting, faktor risiko, kontak TB, asupan protein |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 04:13 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 04:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
