SANDIKA, RORY and Bakhtiar, Yuriz and Widiastuti, Maria Immaculata (2026) PENGARUH PEMBERIAN NANOEKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) TERHADAP KADAR IL-10 DAN IL-6 DALAM FASE PEMBENTUKAN KALUS FRAKTUR PADA DIABETES MELITUS. Masters thesis, universitas diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (173kB) |
Abstract
Latar belakang: Diabetes melitus dapat menghambat proses penyembuhan fraktur melalui hiperglikemia, stres oksidatif, inflamasi kronis, gangguan fungsi osteoblas, peningkatan aktivitas osteoklas, serta keterlambatan pembentukan kalus. Interleukin-6 (IL-6) merupakan sitokin proinflamasi yang berperan dalam respons inflamasi, tetapi peningkatan yang menetap dapat memperburuk resorpsi tulang. Sebaliknya, Interleukin-10 (IL-10) merupakan sitokin antiinflamasi yang berperan dalam resolusi inflamasi dan mendukung lingkungan biologis yang lebih kondusif untuk perbaikan jaringan. Nanoekstrak buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung xanthone, terutama alfa-mangostin, yang memiliki potensi antiinflamasi dan antioksidan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian nanoekstrak buah manggis terhadap kadar IL-6 dan IL-10 pada fase awal pembentukan kalus fraktur pada tikus Sprague Dawley dengan diabetes melitus.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain post-test only control group design. Subjek penelitian terdiri dari 24 ekor tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok sehat dengan fraktur tanpa intervensi (KS), kelompok diabetes melitus dengan fraktur tanpa nanoekstrak (K), dan kelompok diabetes melitus dengan fraktur yang diberikan nanoekstrak buah manggis 50 mg/kgBB/hari (P). Pemeriksaan kadar IL-6 dan IL-10 dilakukan pada hari ke-5 dan hari ke-14. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, One Way ANOVA, uji lanjut post hoc, serta uji beda berpasangan sesuai distribusi data.
Hasil: Pada kelompok perlakuan, kadar IL-6 menurun dari 52,46 ± 0,61 pada hari ke-5 menjadi 49,03 ± 0,52 pada hari ke-14 dengan nilai p = 0,001. Kadar IL-10 meningkat dari 64,44 ± 2,77 pada hari ke-5 menjadi 79,87 ± 2,47 pada hari ke-14 dengan nilai p = 0,008. Dibandingkan kelompok kontrol diabetes, kelompok perlakuan menunjukkan kadar IL-6 yang lebih rendah dan kadar IL-10 yang lebih tinggi, baik pada hari ke-5 maupun hari ke-14. Temuan ini menunjukkan adanya perbaikan keseimbangan antara respons proinflamasi dan antiinflamasi pada fase awal penyembuhan fraktur diabetik.
Kesimpulan: Pemberian nanoekstrak buah manggis (Garcinia mangostana L.) dosis 50 mg/kgBB/hari berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-6 dan peningkatan kadar IL-10 pada tikus diabetes melitus dengan fraktur femur. Nanoekstrak buah manggis berpotensi sebagai
terapi adjuvan untuk membantu menciptakan lingkungan inflamasi yang lebih terkontrol dan mendukung pembentukan awal kalus fraktur pada kondisi diabetes melitus.
Kata kunci: nanoekstrak buah manggis, Garcinia mangostana L., IL-6, IL-10, diabetes melitus, fraktur, kalus fraktur.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | nanoekstrak buah manggis, Garcinia mangostana L., IL-6, IL-10, diabetes melitus, fraktur, kalus fraktur. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 02:36 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 02:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51579 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
