AZZAHRA, SALMA PUTRI (2024) ANALISIS HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DAN KELIMPAHAN KEPITING BAKAU Scylla serrata (Forsskål, 1775) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PETENGORAN, LAMPUNG (24dik636). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
SALMA PUTRI AZZAHRA 24da636 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Ekosistem mangrove dipenuhi dengan kehidupan berbagai jenis organisme
yang kehidupannya bergantung pada mangrove. Kepiting bakau menggunakan
hutan mangrove sebagai tempat berkembang (nursery ground) karena mangsa
kepiting merupakan organisme kecil yang berada di habitat tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan kerapatan mangrove
terhadap kelimpahan kepiting bakau di Kawasan Hutan Mangrove Petengoran,
Lampung. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan
data primer berupa kerapatan mangrove, jumlah kepiting pada setiap stasiun dalam
tiga waktu yang berbeda, dan juga parameter kualitas air. Data sekunder yang
digunakan di penelitian ini adalah jurnal penelitian terdahulu di lokasi yang sama
mengenai tekstur substrat oleh Octaviani dan Sari (2022). Penentuan stasiun
dilakukan dengan metode purposive sampling dengan total 4 stasiun. Sampel
kepiting diambil dengan menggunakan bubu (alat tangkap) sebanyak 5 buah pada
setiap stasiun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode korelasi
Pearson. Sampel air sebagian dianalisis secara in-situ dan sebagian lagi dilakukan
di Laboratorium Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung sedangkan sampel
substrat diuji di Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. Pada
kawasan Hutan Mangrove Petengoran yang merupakan hutan mangrove restorasi,
ditemukan adanya dominansi spesies Rhizopora apiculata. Hasil penelitian
menunjukkan kerapatan mangrove (ind/Ha) Hutan Mangrove Petengoran adalah
533, 833, 366, dan 900 untuk pohon dan 700, 700, 233, dan 433 (anakan).
Kelimpahan kepiting (ind/Ha) menunjukkan hasil 333,33; 433,33; 300; dan 500.
Hasil perhitungan hubungan kerapatan mangrove dan kelimpahan kepiting dengan
metode korelasi Pearson menunjukkan hasil 0,66. Hal ini menunjukkan bahwa
adanya korelasi kuat antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan kepiting
bakau. Parameter fisika-kimia yang dihasilkan menunjukkan bahwa kondisi
perairan Hutan Mangrove Petengoran masih menjadi perairan yang sesuai dengan
pertumbuhan mangrove dan kepiting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat
silty clay loam adalah kondisi substrat yang baik ditumbuhi oleh mangrove R.
apiculata.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerapatan Mangrove; Kelimpahan Kepiting; Hutan Mangrove Petengoran |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 25 May 2026 04:28 |
| Last Modified: | 25 May 2026 04:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51398 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
