Search for collections on Undip Repository

AKIBAT PEMBATALAN WASIAT YANG DIBERIKAN OLEH ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KECAKAPAN DAN KEWENANGAN BERTINDAK (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 3124 K/Pdt/2013). _035 PDT 2019

NIRWANA, LATIFA GITA and Turisno, Bambang Eko and Yunanto, Yunanto (2019) AKIBAT PEMBATALAN WASIAT YANG DIBERIKAN OLEH ORANG YANG TIDAK MEMILIKI KECAKAPAN DAN KEWENANGAN BERTINDAK (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 3124 K/Pdt/2013). _035 PDT 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of LATIFA GITA 035-cover.pdf] Text
LATIFA GITA 035-cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (359kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-abstrak.pdf] Text
LATIFA GITA 035-abstrak.pdf

Download (63kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-bab 1.pdf] Text
LATIFA GITA 035-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (130kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-bab 2.pdf] Text
LATIFA GITA 035-bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (236kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-bab 3.pdf] Text
LATIFA GITA 035-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (160kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-bab 4.pdf] Text
LATIFA GITA 035-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (243kB)
[thumbnail of LATIFA GITA 035-bab 5.pdf] Text
LATIFA GITA 035-bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (68kB)

Abstract

Salah satu cara pemberian warisan oleh pewaris kepada ahli waris yaitu dengan pembuatan akta wasiat. Dalam pembuatan akta wasiat terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi pemberi wasiat berkaitan dengan keabsahan akta wasiat. Apabila salah satu hal yang menjadi syarat keabsahan wasiat tidak dapat terpenuhi maka akta wasiat tersebut dapat dilakukan pembatalan.
Adapun tujuan penulisan hukum ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan mengenai bagaimana keabsahan akta wasiat apabila pewasiat tidak memiliki kecakapan bertindak dan kewenangan bertindak terhadap harta yang diwasiatkan, serta untuk menjelaskan akibat hukum adanya pembatalan akta wasiat terhadap para ahli waris dan objek wasiat apabila harta yang diwasiatkan bukan milik pewasiat dalam kasus Putusan MA No. 3124 K/Pdt/2013.
Metode penulisan hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif-analitis, dengan metode pengumpulan data sekunder, serta metode analisis data kualitatif.
Hasil penelitian dalam penulisan hukum ini yaitu bahwa terdapat syarat-syarat dalam pembuatan akta wasiat antara lain; kehendak terakhir pewasiat dan dapat dicabut kembali, kecakapan bertindak pewasiat, dibuat di hadapan notaris dan dihadiri saksi-saksi,serta harta yang diwasiatkan harus milik pewasiat. Dalam kasus alm. Tan Malaka, pada saat pembuatan akta wasiat pewasiat tetap cakap meskipun dalam keadaan sakit berat sehingga mempengaruhi daya berpikirnya karena ia tidak berada di bawah pengampuan. Namun, berkaitan dengan kewenangan bertindak pemberi wasiat telah
melanggar ketentuan mengenai keabsahan akta wasiat karena telah mewasiatkan barang yang bukan miliknya. Dengan adanya pembatalan akta wasiat tersebut maka pembagian harta peninggalan alm. Tan Malaka kepada para ahli waris kembali pada ketentuan pembagian waris yang diatur dalam KUH Perdata serta tanah yang dipermasalahkan kembali pada pemilik sahnya yaitu Djoni Malaka.
Kata Kunci: pembatalan, wasiat, kecakapan, kewenangan bertindak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: pembatalan, wasiat, kecakapan, kewenangan bertindak
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 22 May 2026 07:26
Last Modified: 22 May 2026 07:26
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51333

Actions (login required)

View Item View Item