Search for collections on Undip Repository

PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP KELIMPAHAN BAKTERI COLIFORM DAN FENOMENA BLEACHING PADA TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA (24dik629)

PUJANGGA SWARA, GHEA APREDHYTA (2024) PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP KELIMPAHAN BAKTERI COLIFORM DAN FENOMENA BLEACHING PADA TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA (24dik629). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ghea Apredhyta PS 24dik629 FULL.pdf] Text
Ghea Apredhyta PS 24dik629 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak aktivitas antropogenik
terhadap kondisi terumbu karang, khususnya fenomena coral bleaching di perairan
Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan di empat lokasi dengan tekanan
lingkungan yang berasal dari kegiatan antropogenik yang berbeda yaitu perairan
dekat resort/penginapan (Breve Azurine), pelabuhan (Syahbandar), muara (Legon
Lele) dan satu lokasi kontrol di Pulau Bengkoang yang jauh dari aktivitas manusia.
Pendataan dilakukan untuk memperoleh nilai prevalensi coral bleaching dan
parameter kualitas air termasuk nilai bakteri coliform sebagai bioindikator
pencemaran lingkungan. Pengambilan data coral bleaching dilakukan dengan
metode Underwater Photo Transect yang memfokuskan pada prevalensi karang
yang terkena bleaching di setiap transek pada masing-masing lokasi. Sedangkan
uji bakteri coliform dilakukan dengan menggunakan metode Total Plate Count
untuk mengukur tingkat kontaminasi bakteri di perairan. Analisis data dilakukan
dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 2023 untuk menentukan
korelasi antara kelimpahan bakteri coliform dan prevalensi bleaching pada
terumbu karang, serta analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi setiap
lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan aktivitas
antropogenik tinggi memiliki prevalensi coral bleaching yang lebih tinggi
dibandingkan dengan lokasi kontrol. Pada lokasi resort/penginapan, prevalensi
bleaching mencapai 39.65 ±2.84%. Sedangkan pada Pelabuhan Syahbandar,
prevalensi bleaching mencapai 39.87 ±0.27%. Sementara itu pada lokasi Legon
Lele, prevalensi bleaching mencapai 39.29 ±1.09%. Lokasi kontrol di pulau
Bengkoang menunjukkan prevalensi bleaching terendah, yaitu 34.53 ±0.46%. Di
sisi lain, kelimpahan bakteri coliform terbanyak ditemukan secara berurutan yaitu
di lokasi Pelabuhan Syahbandar, Resort Breve Azurine, Pulau Bengkoang dan
Legon Lele. Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi antara bakteri coliform
dengan prevalensi coral bleaching memiliki signifikansi sangat lemah dan faktor
yang paling mempengaruhi bleaching adalah peningkatan suhu di laut. Temuan ini
menggarisbawahi pentingnya pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan
pengurangan aktivitas pencemaran di sekitar ekosistem terumbu karang untuk
menjaga keberlanjutan dan kesehatan terumbu karang di Pulau Karimunjawa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: bakteri coliform; coral bleaching; Karimunjawa; parameter air
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 22 May 2026 04:07
Last Modified: 22 May 2026 04:07
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51311

Actions (login required)

View Item View Item