Syafrudin, Fadhly Firman and Lituhayu, Dyah (2026) KOORDINASI ANTAR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DALAM MENANGANI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (774kB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (873kB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (295kB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (280kB) |
|
|
Text
Fadhly Firman Syafrudin_14020122140134_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tingginya frekuensi bencana tanah longsor di Kota Semarang yang terjadi
di wilayah semarang atas, menuntut penanganan pasca bencana yang terkoordinasi
dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk koordinasi
antara BPBD Kota Semarang dengan OPD lain dan mengidentifikasi faktor
penghambat proses koordinasi tersebut. Penelitian ini mengambil fokus pada
koordinasi antara OPD dalam penanganan pasca bencana tanah longsor di lingkup
pemerintahan dan penelitian sebelumnya lebih berfokus pada kolaborasi
pemerintah, mitigasi bencana dan penanganan tanggap darurat bencana. Metode
yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dalam penanganan pasca bencana tanah longsor sudah
berjalan dengan memanfaatkan teknologi informasi, seperti Whatsapps Group,
platform lapor semar untuk mempercepat pertukaran informasi. Keberadaan forum
FPRB menjadi wadah penting dalam menyatukan langkah antara relawan dan
instansi pemerintah. Ditemukan beberapa hambatan koordinasi, seperti prosedur
birokrasi penyaluran BTT yang panjang, pola koordinasi yang bersifat situasional,
belum tersedianya jadwal koordinasi rutin. Kebaruan penelitian ini terletak pada
fokus kajian koordinasi pasca bencana tanah longsor antar OPD di Kota Semarang
yang menitikberatkan pada pola koordinasi vertikal dan horizontal dalam konteks
rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
koordinasi memerlukan penguatan integrasi fungsi, penyederhanaan birokrasi,
pelatihan dan simulasi bencana, pembuatan jadwal koordinasi untuk meningkatkan
keberhasilan penanganan pasca bencana.
Kata Kunci : Koordinasi, BPBD, Tanah Longsor, Penanganan Pasca Bencana,
Kota Semarang
159 Administrasi Publik 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 21 May 2026 04:34 |
| Last Modified: | 21 May 2026 04:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51234 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
