HANIFAH, ASTRIANA and Setyawanta, Lazarus Tri and Trihastuti, Nanik (2018) PENYELESAIAN SENGKETA ANTARA SINGAPURA DAN MALAYSIA DALAM KASUS KEPEMILIKAN SOUTH LEDGE DALAM PERSPEKTIF UNCLOS 1982. _054 HI 2018. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (202kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_ABSTRAK.pdf Download (61kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (170kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (314kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (189kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text
ASTRIANA HANIFAH_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (106kB) |
Abstract
Sengketa South Ledge antara Singapura dan Malaysia merupakan sengketa wilayah yang telah muncul pada tahun 1979 dan masih belum terselesaikan permasalahannya hingga saat ini, dikarenakan putusan mengenai kepemilikan South Ledge oleh ICJ (International Court of Justice) masih belum kuat akan kepastiannya apakah South Ledge milik Singapura atau Malaysia. Pokok permasalahan yang akan diteliti dalam penulisan hukum ini akan membahas tentang penyebab terjadinya sengketa kepemilikan South Ledge dan bagaimana cara menyelesaikan kasus sengketa kepemilikan pulau tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasinya dilakukan secara deskriptif analitis. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah data primer, data sekunder, data tersier, dan pemanfaatan data internet. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan berupa literatur, dokumen resmi, dan peraturan perundang-undangan/konvensi, selanjutnya data yang diperoleh akan dipelajari dan dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa sengketa ini disebabkan oleh adanya perebutan gugus karang Pedra Branca, Middle Rocks, dan South Ledge yang terjadi dimana ICJ memutus Singapura berdaulat atas Pedra Branca, Malaysia berdaulat atas Middle Rocks, dan South Ledge diputuskan secara tidak pasti yaitu; kedaulatan atas South Ledge adalah milik negara yang berada dalam wilayah perairan tersebut. Berbagai klaim telah dilakukan oleh Singapura dan Malaysia dalam memperebutkan South Ledge, serta berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan sengketa tersebut, namun sampai saat ini sengketa tersebut belum dapat terselesaikan dan diputus secara pasti akan kepemilikannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat cara-cara penyelesaian sengketa kepemilikan South Ledge sesuai dengan Piagam PBB dan UNCLOS 1982, dan penulis merasa cara terbaik yang dapat diambil Singapura dan Malaysia adalah dengan melakukan negosiasi kembali untuk membicarakan penyelesaian sengketa tersebut agar terdapat suatu kesepakatan yang pasti tentang milik negara manakah South Ledge.
Kata kunci : Penyelesaian Sengketa antara Singapura dan Malaysia dalam kasus kepemilikan South Ledge, UNCLOS 1982
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyelesaian Sengketa antara Singapura dan Malaysia dalam kasus kepemilikan South Ledge, UNCLOS 1982 |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:13 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51233 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
