Nada, Qatrun (2024) Sintesis Fe/Al(OH)3 sebagai Katalis untuk Reaksi Oksidasi Benzil Alkohol menjadi Benzaldehida. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (8kB) |
|
|
Text
11. BAB I (Pendahuluan).pdf Download (125kB) |
|
|
Text
15. BAB V (Penutup).pdf Download (7kB) |
Abstract
Bentuk mineral dari Al(OH)3 atau yang dikenal sebagai gibbsit merupakan
bijih alam yang kaya akan aluminium. Al(OH)3 telah banyak diaplikasikan dalam
sektor industri salah satunya sering dipakai sebagai material penyangga (support)
dalam pembuatan katalis heterogen. Katalis diperoleh dengan penambahan Fe
pada support Al(OH)3 melalui metode impregnasi untuk membuat katalis
Fe/Al(OH)3. Logam Fe dipilih karena merupakan logam transisi yang memiliki
orbital d yang kosong sehingga diharapkan dapat efektif menerima pasangan
elektron dari reaktan untuk mencapai suatu reaksi. Selain itu, Fe dinilai lebih
ekonomis dan tidak mudah terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh katalis dengan penambahan logam Fe pada support Al(OH)3 serta
menentukan aktivitas katalitik Fe/Al(OH)3 pada reaksi oksidasi benzil alkohol
menjadi benzaldehida.
Pembuatan katalis dilakukan dengan menambahkan larutan FeCl3 sebagai
sumber Fe dengan variasi kadar Fe 0,1%, 0,5%, 1% dan 2% melalui metode
impregnasi basah sehingga diperoleh katalis 0,1% Fe/Al(OH)3, 0,5% Fe/Al(OH)3,
1% Fe/Al(OH)3, dan 2% Fe/Al(OH)3. Karakterisasi material katalis meliputi
XRD, XRF, dan diuji keasamannya. Katalis diaplikasikan untuk sintesis senyawa
benzaldehida melalui reaksi oksidasi benzil alkohol. Produk hasil sintesis
dianalisis melalui GC-MS.
Penambahan Fe pada support Al(OH)3 menghasilkan padatan berwarna
kuning kecoklatan. Semakin banyak kadar Fe yang ditambahkan, semakin pekat
pula warna padatan yang dihasilkan. Dari hasil XRD diketahui bahwa adanya
penambahan Fe tidak mempengaruhi kristalinitas sampel meskipun tidak
terdeteksi spesies Fe karena kadar penambahan yang rendah. Dari hasil XRF
menunjukkan jumlah Fe yang terdeteksi pada katalis 0,1% Fe/Al(OH)3, 0,5%
Fe/Al(OH)3, 1% Fe/Al(OH)3, dan 2% Fe/Al(OH)3 secara berturut-turut adalah
sebanyak 0,086%; 0,336%; 0,539%; dan 0,978%. Analisis GC-MS pada hasil
oksidasi benzil alkohol menunjukkan bahwa puncak benzaldehida memiliki
kemiripan dengan standart library, yaitu puncak tertinggi (base peak) 106,10.
Waktu retensi tanpa katalis, dengan katalis Al(OH)3, 0,5% Fe/Al(OH)3, dan 2%
Fe/Al(OH)3 secara bertutut-turut adalah 6,94 menit, 7,02 menit, 6,08 menit, dan
7,08 menit. Hasil aktivitas katalitik tanpa katalis, dengan katalis Al(OH)3, 0,5%
Fe/Al(OH)3, dan 2% Fe/Al(OH)3 secara bertutut-turut menghasilkan benzaldehida
sebanyak 1,04%; 3,61%; 4,84%; dan 4,06%.
Kata kunci : Aluminium hidroksida, gibbsit, Fe, katalis, sintesis, reaksi oksidasi,
Benzil alkohol, Benzaldehida
(NO. KETERSEDIAAN : 2217/C/2024)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 May 2026 03:17 |
| Last Modified: | 21 May 2026 03:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51219 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
