KURNIASARI, ANGGI FEBRITA (2024) PENGARUH PENAMBAHAN Chlorella sp. PADA MEDIA BIOFLOK DENGAN PADAT TEBAR BENIH IKAN LEE (Clarias gariepinus) BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN (24da581). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Anggi Febrita Kurniasari 24da581 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas perikanan
air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di
Indonesia. Budidaya intensif ikan lele sering menghadapi tantangan berupa
penurunan kualitas air dan lambatnya pertumbuhan ikan akibat padat tebar yang
tinggi. Sistem bioflok telah terbukti efektif dalam mengatasi masalah kualitas air,
namun masih memerlukan optimalisasi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.
Penambahan mikroalga Chlorella sp. pada sistem bioflok berpotensi memperbaiki
kualitas air dan meningkatkan pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji pengaruh penambahan Chlorella sp. dengan padat tebar benih
ikan lele (Clarias gariepinus) berbeda terhadap kualitas air dan pertumbuhan.
Penelitian ini menggunakan faktorial dengan dasar acak lengkap (RAL) yaitu 4
perlakuan meliputi A1B1, A1B2, A2B1 dan A2B2 dengan 3 ulangan. Ikan uji
yang digunakan ialah ikan lele dengan panjang rata-rata 8,17 ± 0,27 cm/ekor.
Wadah penelitian menggunakan ember plastik sebanyak 12 buah dengan volume
total 25 Liter. Variabel yang diamati meliputi meliputi pH, suhu, DO, nilai
amonia, nitrit, TAN, alkalinitas, TSS, panjang mutlak (L), laju pertumbuhan
spesifik (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), dan kelulushidupan (SR). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa bioflok tanpa Chlorella dan dengan penambahan
Chlorella) memiliki pengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik
(SGR) dan untuk nilai SR juga berpengaruh nyata terhadap padat tebar ikan,
namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang mutlak dan FCR.
Kombinasi bioflok dengan Chlorella sp. pada perlakuan A2B2 memiliki nilai pH
(7,52-7,83) , DO (5,5-5,7 mg/l), dan alkalinitas yang optimal, serta level amonia,
TAN, nitrit, dan TSS yang rendah. Selain itu, SGR (17,68±1,14%) dan SR
(95,96±3,85%) yang tinggi, menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan
efisiensi pakan yang lebih tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bioflok, Catfish, fitoplankton, intensifikasi |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 20 May 2026 06:56 |
| Last Modified: | 20 May 2026 06:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
