Widhianarto, Nalendra Tri and Dewi, Anna Mailasari Kusuma and Santosa, Yanuar Iman (2026) Hubungan Antara IFN Gamma Dan IL-17a Dengan Polip Non Eosinofilik Pada Rinosinusitis Kronik Dengan Polip Nasi Bilateral. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Other (Abstrak-KTI)
NALENDRA TRI WIDHIANARTO-22040821320006-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (80kB) |
Abstract
Latar Belakang: Rinosinusitis kronis dengan polip hidung (CRSwNP) merupakan penyakit inflamasi heterogen dengan beragam endotipe imun. Meskipun inflamasi eosinofilik Tipe 2 mendominasi populasi Barat, kohort Asia sering menunjukkan profil inflamasi non–Tipe 2. Sitokin seperti interferon-gamma (IFN-γ) dan interleukin-17A (IL-17A) telah diusulkan sebagai biomarker untuk mengidentifikasi polip hidung non-eosinofilik. Tujuan: Menganalisis hubungan kadar IFN-γ dan IL-17A pada jaringan dengan histopatologis polip hidung non-eosinofilik pada pasien CRSwNP. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Sebanyak 30 pasien yang didiagnosis CRSWNP diikut sertakan melalui consecutive sampling. Jaringan polip dikumpulkan saat operasi dan dievaluasi histopatologi serta kuantifikasi sitokin menggunakan ELISA. Uji Mann–Whitney digunakan untuk perbandingan antar kelompok, sedangkan analisis kurva ROC digunakan untuk menilai performa diskriminatif biomarker. Hasil: Dari 30 subjek, 17 (56,7%) memiliki polip non-eosinofilik dan 13 (43,3%) memiliki polip eosinofilik. Rerata kadar IFN-γ lebih tinggi pada polip non-eosinofilik (176,6 ± 148,5 pg/mL) dibandingkan polip eosinofilik (152,5 ± 88,1 pg/mL), sementara kadar IL-17A juga lebih tinggi pada kelompok non-eosinofilik (63,3 ± 56,7 pg/mL vs 45,8 ± 22,0 pg/mL). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna secara statistik (p > 0,05). Analisis ROC menunjukkan daya diskriminasi yang rendah untuk kedua biomarker (IFN-γ AUC = 0,552; IL-17A AUC = 0,561). Kesimpulan: Kadar IFN-γ dan IL-17A pada jaringan tidak berhubungan secara signifikan dengan polip hidung non-eosinofilik pada CRSwNP. Temuan ini menyoroti keterbatasan biomarker sitokin tunggal dan mendukung konsep adanya endotipe inflamasi yang tumpang tindih dan campuran pada populasi CRS Asia.
Kata Kunci Rinosinusitis kronis, Polip hidung non-eosinofilik, Interferon-gamma (IFN-γ), Interleukin-17A (IL-17A)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci Rinosinusitis kronis, Polip hidung non-eosinofilik, Interferon-gamma (IFN-γ), Interleukin-17A (IL-17A) |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 20 May 2026 03:44 |
| Last Modified: | 20 May 2026 03:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
