ARRAZAN, MUHAMMAD RAKHA (2026) PENGARUH RASIO PLASTICIZER SORBITOL GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK FILM KOMPOSIT KITOSAN GELATIN (26dt208). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muhammad Rakha Arrazan 26dt208.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penggunaan plastik berbasis petrokimia yang berasal dari turunan minyak
bumi dan gas alam sebagai bahan pengemas pangan telah memicu permasalahan
lingkungan yang signifikan akibat sifatnya yang resisten terhadap degradasi
(rekalsitran). Pengembangan film komposit berbasis biopolimer dari kitosan dan
gelatin menawarkan alternatif biodegradabel; namun, film tersebut masih
menghadapi keterbatasan mekanis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan pengaruh rasio plastisizer sorbitol dan gliserol terhadap karakteristik
utama film komposit kitosan-gelatin serta mengidentifikasi formulasi yang paling
optimal. Film disintesis menggunakan metode solvent casting dengan konsentrasi
kitosan 2% dan gelatin 2% pada berbagai variasi rasio sorbitol terhadap gliserol:
sorbitol 100%, gliserol 100%, tanpa plastisizer, serta rasio 90:10%, 80:20%,
70:30%, 60:40%, dan 50:50%. Beberapa parameter yang dievaluasi meliputi
kekuatan tarik (tensile strength), perpanjangan saat putus (elongation at break),
ketebalan, kelarutan, laju transmisi uap air (Water Vapor Transmission
Rate/WVTR), dan kadar air. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan
indeks efektivitas De Garmo, dan data dianalisis menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio plasticizer sangat
berpengaruh secara signifikan terhadap seluruh sifat mekanis dengan signifikansi
(p ≤ 0,05). Nilai elongasi tertinggi diperoleh pada penggunaan rasio 0:100 yakni
sebesar 173,50 ± 3,00%, sedangkan nilai terendah ada pada rasio 0:0 yakni sebesar
10,22 ± 0,19%. Kekuatan tarik tertinggi ditemukan pada komposisi rasio 100:0
yang mencapai 8,66 ± 0,04 MPa dan terendah pada rasio 0:0 dengan nilai 1,40 ±
0,04 MPa. Nilai WVTR yang terendah diperoleh pada komposisi rasio sorbitol
100% sebesar 17,03 ± 2,26 g/m²·24 jam, sedangkan nilai tertinggi dicapai pada
rasio gliserol 100% dengan besaran 64,19 ± 2,26 g/m²·24 jam lamanya. Tingkat
kelarutan dan kadar air tertinggi juga ditemukan pada perlakuan dengan komposisi
yang dominan menggunakan bahan tambahan berupa cairan gliserol. Hasil
perhitungan analisis De Garmo berhasil menunjukkan bahwa komposisi rasio
sorbitol 100% terpilih sebagai suatu perlakuan terbaik dengan nilai efektivitas 0,86.
Komposisi rasio sorbitol yang dominan mampu menghasilkan produk kemasan
film dengan kekuatan serta stabilitas yang terbaik, sedangkan dominasi
penambahan gliserol dapat meningkatkan fleksibilitas namun akan menurunkan
kualitas ketahanan mekanik kemasan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | gelatin, gliserol, kitosan, kuat-tarik, sorbitol |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fishery Products Technology |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:07 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
