ARY KUSUMA, DANIEL BAGUS (2026) RESISTENSI BAKTERI PATOGEN TERHADAP ANTIBIOTIK DAN ANALISIS RESIDU ANTIBIOTIK PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Penaeus vannamei) SISTEM INTENSIF (26da212). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Daniel Bagus Ary Kusuma 26da212.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Budidaya udang vaname (Penaeus vannamei) sistem intensif menjadi salah
satu komoditas perikanan penting di Indonesia dan memiliki produktivitas yang
tinggi, namun berpotensi meningkatkan pertumbuhan bakteri patogen di
lingkungan tambak. Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol dalam budidaya
dapat memicu munculnya bakteri yang resisten serta berpotensi meninggalkan
residu antibiotik di lingkungan budidaya. Kondisi ini menjadi perhatian karena
dapat mempengaruhi kesehatan organisme budidaya, keamanan produk perikanan,
dan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kelimpahan bakteri, mengidentifikasi bakteri patogen, menguji resistensi terhadap
antibiotik tetrasiklin dan kloramfenikol, serta mendeteksi residu antibiotik pada air
dan sedimen kolam budidaya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025
Februari 2026 di tambak udang intensif Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dengan
sampel berupa air dan sedimen yang dianalisis menggunakan metode Total Plate
Count (TPC), isolasi pada media TCBS, uji resistensi antibiotik metode difusi
cakram (Kirby-Bauer), identifikasi molekuler berbasis gen 16S rRNA, serta analisis
residu menggunakan LC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan
bakteri tergolong tinggi dan didominasi oleh genus Vibrio. Uji resistensi
menunjukkan adanya isolat bakteri yang resisten terhadap antibiotik tetrasiklin dan
kloramfenikol, yang mengindikasikan potensi terjadinya antimicrobial resistance
(AMR) di lingkungan budidaya. Identifikasi molekuler mengonfirmasi keberadaan
bakteri patogen yang berasosiasi dengan sistem budidaya intensif dengan
ditemukannya bakteri Vibrio parahaemolyticus dengan homologi 100% dan
Halomonas stevensii dengan homologi 99,53%. Namun, hasil analisis LC-MS tidak
menunjukkan adanya residu antibiotik yang terdeteksi pada sampel air dan sedimen,
yang mengindikasikan bahwa konsentrasi residu berada di bawah batas deteksi atau
tidak terakumulasi secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun
residu antibiotik tidak terdeteksi, keberadaan bakteri resisten tetap menjadi
perhatian serius, sehingga diperlukan pengelolaan penggunaan antibiotik yang lebih
bijak dan berkelanjutan guna mencegah penyebaran resistensi serta menjaga
keamanan lingkungan dan produk perikanan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Udang vaname, intensif, resistensi bakteri, residu antibiotik |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:07 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51106 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
