MUAFA, DAEGAL KHASYI (2026) KARAKTERISASI BIODEGRADABLE FILM TEPUNG BUAH LINDUR (BRUGUIERA GYMNORRHIZA) – KITOSAN DENGAN VARIASI RASIO PLASTICIZER GLISEROL SORBITOL (26dt207). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Daegal Khasyi Muafa 26dt207.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penggunaan plastik sintetis sebagai kemasan pangan menimbulkan
permasalahan lingkungan karena sulit terdegradasi secara alami. Salah satu
alternatif yang dapat dikembangkan adalah biodegradable film berbasis biopolimer
alami. Tepung buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki kandungan pati
tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar biodegradable film.
Namun, film berbasis pati memiliki kelemahan pada sifat mekanik dan ketahanan
terhadap air, sehingga diperlukan penambahan kitosan dan plasticizer untuk
memperbaiki karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variasi rasio plasticizer gliserol dan sorbitol terhadap karakteristik biodegradable
film tepung buah lindur–kitosan serta menentukan rasio yang menghasilkan
karakteristik terbaik. Biodegradable film dibuat menggunakan tepung lindur 1%
(b/v) dan kitosan 2% (b/v) dengan variasi rasio gliserol:sorbitol 100:0, 0:100, 0:0,
75:25, 25:75, dan 50:50. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kelarutan,
ketebalan, kuat tarik, elongasi, water vapor transmission rate dan biodegradabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio plasticizer berpengaruh terhadap
karakteristik film yang dihasilkan. Nilai elongasi tertinggi diperoleh pada rasio
100:0 sebesar 66,05%, sedangkan terendah pada film tanpa plasticizer sebesar
0,88%. Film dengan rasio 50:50 menghasilkan elongasi sebesar 41,11%. Nilai
WVTR tertinggi diperoleh pada rasio 100:0 sebesar 65,5 g/m²·24 jam, sedangkan
nilai terendah pada rasio 0:100 sebesar 22,27 g/m²·24 jam. Nilai WVTR pada rasio
0:0 sebesar 39,3 g/m²·24 jam, rasio 75:25 sebesar 47,15 g/m²·24 jam, rasio 25:75
sebesar 45,19 g/m²·24 jam, dan rasio 50:50 sebesar 24,89 g/m²·24 jam.Peningkatan
proporsi gliserol cenderung meningkatkan nilai WVTR, sedangkan peningkatan
sorbitol menurunkan nilai WVTR karena menghasilkan struktur film yang lebih
rapat dan kompak. Secara umum, kombinasi gliserol dan sorbitol menghasilkan
karakteristik film yang lebih seimbang dibandingkan penggunaan plasticizer
tunggal maupun tanpa plasticizer. Rasio 50:50 merupakan formulasi terbaik karena
menghasilkan keseimbangan antara sifat mekanik, fisik, dan kemampuan barrier
terhadap uap air, sehingga berpotensi diaplikasikan sebagai kemasan pangan
biodegradable yang ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | biodegradable film, gliserol, kitosan, tepung lindur, sorbitol. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fishery Products Technology |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:08 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51103 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
