IHSAN, ANDHIKA MANAAR (2026) KONDISI DAN STATUS INDEKS KESEHATAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN, KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR (26dik193). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Andhika Manaar Ihsan 26dik193.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mampu
berperan sebagai habitat biota, penstabil sedimen, pelindung garis pantai, serta
penyimpan karbon biru. Namun, pemanfaatan pesisir dan aktivitas wisata
berpotensi menimbulkan tekanan antropogenik sehingga diperlukan penilaian
kondisi dan kesehatan ekosistem secara periodik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi ekosistem padang lamun di Pantai Bama, Taman Nasional
Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur berdasarkan kerapatan, penutupan, dan
komposisi jenis serta menentukan status Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun
(IKEL). Pengambilan data lamun dilakukan dengan metode line transect quadrat,
transek kuadran stasiun terdapat tiga garis transek sepanjang 100 m yang tegak lurus
dari garis pantai, Data lamun dihitung di setiap kuadran berukuran 50 × 50 cm2 yang
ditempatkan di setiap 10 m sepanjang garis transek. Data yang dikumpulkan
meliputi komposisi jenis, kerapatan, persentase tutupan lamun, kecerahan,
persentase tutupan epifit dan makroalga, serta parameter oseanografi (suhu,
salinitas, pH, DO, nitrat, dan fosfat). Nilai IKEL dihitung dengan pendekatan skor
berdasarkan pedoman pemantauan padang lamun. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat lima spesies lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii,
Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, dan Syringodium isoetifolium. Kerapatan
total lamun berturut-turut sebesar 139,27 ind/m² pada stasiun 1, pada stasiun 2
sebesar 171,64 ind/m², dan 212,48 ind/m² pada stasiun 3. Rata-rata penutupan
lamun berkisar 47,06-49,81% dengan rata-rata keseluruhan 48,80% (kategori
sedang). Tutupan epifit tertinggi terjadi pada Stasiun 1 (46,97%), sedangkan
tutupan makroalga tertinggi pada Stasiun 3 (22,72%). Skor kecerahan pada seluruh
stasiun bernilai 2 (jernih). Nilai IKEL berada pada kisaran 0,39-0,44 dan seluruh
stasiun termasuk status buruk, yang mengindikasikan ekosistem padang lamun
masih mengalami tekanan terutama dari keterbatasan kekayaan jenis, tutupan lamun
yang belum tinggi, serta meningkatnya epifit dan makroalga. Temuan ini
menegaskan perlunya monitoring berkala serta pengaturan aktivitas wisata dan
perlintasan perahu untuk menekan gangguan pada padang lamun Pantai Bama.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | padang lamun; IKEL; Pantai Bama; Taman Nasional Baluran; epifit; makroalga |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:09 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51095 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
