Search for collections on Undip Repository

KAJIAN MORFOMETRI DAN DISTRIBUSI HABITAT JENIS JENIS HIU YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP PERIODE OKTOBER NOVEMBER 2023 (24dik576)

LUBIS, NURUL FAZRIA (2024) KAJIAN MORFOMETRI DAN DISTRIBUSI HABITAT JENIS JENIS HIU YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP PERIODE OKTOBER NOVEMBER 2023 (24dik576). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Nurul Fazria Lubis 24dik576 FULL.pdf] Text
Nurul Fazria Lubis 24dik576 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Meningkatnya permintaan hiu di pasar internasional menyebabkan
peningkatan aktivitas penangkapan ikan oleh manusia, sehingga populasi hiu di
alam semakin berkurang. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk
melindungi populasi biota yang terancam punah termasuk hiu untuk memastikan
sumber daya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Berdasarkan Laporan Statistik Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Samudera
Cilacap tahun 2022 terdapat 19 jenis hiu yang didaratkan dengan puncak musim
penangkapan bulan Agustus hingga November. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi jenis hiu yang didaratkan di PPS Cilacap beserta status konservasi
dan perdagangannya serta menganalisis kelayaktangkapan dan titik koordinat
lokasi ditemukannya hiu. Penelitian ini dilakukan dengan identifikasi spesies,
pengukuran morfometri, serta pendataan titik koordinat kapal yang mendaratkan
hiu kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan perangkat lunak. Penelitian
dilakukan pada tanggal 23 Oktober 2023 hingga 22 November 2023. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis hiu yang didaratkan di Pelabuhan
Perikanan Samudera Cilacap dengan total individu sebanyak 230 ekor. Status
konservasi hiu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap
berdasarkan IUCN didapatkan empat jenis dengan status Endangered (Alopias
pelagicus, Carcharhinus plumbeus, Isurus oxyrinchus, dan Isurus paucus), empat
jenis dengan status Vulnerable (Alopias superciliosus, Carcharhinus brevipinna,
Carcharhinus falciformis, dan Sphyrna zygaena), empat jenis dengan status Near
Threatened (Carcharhinus sorrah, Galeocerdo cuvier, Hexanchus griseus, dan
Prionace glauca), dan dua jenis dengan status Critically Endangered
(Carcharhinus longimanus dan Sphyrna lewini). Untuk status perdagangan hiu
yang didaratkan menurut CITES terdapat 2 status perdagangan yaitu non apendiks
untuk dua spesies yaitu Galeocerdo cuvier dan Hexanchus griseus serta Appendiks
II untuk 12 spesies lainnya. Berdasarkan kriteria kelayaktangkapan hiu yang
didaratkan menunjukkan terdapat 62% hiu tidak layak tangkap karena belum
memasuki usia dewasa menurut ukurannya.Hiu dengan sebaran lokasi tangkap
paling banyak adalah Alopias superciliosus dan Carcharhinus falciformis. Hiu yang
tertangkap pada satu titik koodinat penangkapan kapal yaitu Carcharhinus
plumbeus, Galeocerdo cuvier, Hexanchus griseus, Sphyrna lewini, dan Sphyrna
zygaena.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: CITES, Habitat, Hiu, IUCN, Morfometri
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 19 May 2026 03:35
Last Modified: 19 May 2026 03:35
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51062

Actions (login required)

View Item View Item