Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN JENIS KELAMIN, WORK FAMILY CONFLICT, BEBAN KERJA MENTAL, DAN WORK ENGAGEMENT DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA FRONT DESK DI RUMAH SAKIT KOTA SEMARANG

FADHILLAH, DIENDA NUR (2026) HUBUNGAN JENIS KELAMIN, WORK FAMILY CONFLICT, BEBAN KERJA MENTAL, DAN WORK ENGAGEMENT DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA FRONT DESK DI RUMAH SAKIT KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO DIENDA.pdf] Text
REPO DIENDA.pdf - Published Version

Download (584kB)

Abstract

Tuntutan kerja yang tinggi baik secara fisik maupun mental, adanya tekanan waktu, ruang kerja yang tidak nyaman, dan konflik peran dalam pekerjaan menjadi faktor penyebab terjadinya stres kerja. Pada pekerja frontdesk, tuntutan pelayanan optimal di tengah fluktuasi volume pasien, inkonsistensi shift, dan multitasking, yang memicu work-family conflict, beban kerja mental tinggi, serta monotonitas pekerjaan dapat meningkatkan stres kerja. Penelitian tentang stres kerja pada staf non-medis ini masih terbatas di Indonesia walaupun berdampak pada kualitas pelayanan utama rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin, Work-Family Conflict, beban kerja mental, work engagement, dengan stres kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuisioner, dengan data Work-Family Conflict menggunakan kuisioner WAFCS, data beban kerja mental menggunakan NASA-TLX, data Work Engagement menggunakan UWES, dan data stres kerja menggunakan kuisioner GHQ-12. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi sebesar 36 pekerja frontdesk dan pengambilan data secara total sampling. Hasil Univariat menunjukkan mayoritas pekerja merupakan perempuan (66,7%), memiliki tingkat WFC tinggi (44.4%), Memiliki beban kerja mental tinggi (55.6%), Tingkat work engagement sedang (61.1%), dan memiliki tingkat stres kerja yang sama antara normal dan sedang (50%). Uji statistik Chi-square digunakan untuk menguji hubungan dan hasil menunjukkan hubungan positif signifikan WFC (p=0,005) dan beban kerja mental (p=0,044) dengan stres kerja, sementara jenis kelamin (p=1,000) dan work engagement (p=0,189) tidak signifikan. Rumah sakit disarankan menerapkan program pengelolaan stres terarah untuk mencegah stres berkepanjangan pada pekerja frontdesk seperti stress recognition program dan pembentukan kelompok budaya social support di kalangan pekerja.

Kata Kunci : Beban Kerja Mental, Frontdesk, Stres Kerja, Work-Family Conflict, Work Engagement

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 19 May 2026 01:36
Last Modified: 19 May 2026 01:36
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51037

Actions (login required)

View Item View Item