HADI, AHMAD NUR (2024) PENGARUH JENIS PAKAN SEGAR BERBEDA TERHADAP PERIODE MOLTING DAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) YANG DIPELIHARA DALAM SISTEM SINGLE ROOM (24da561). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Ahmad Nur Hadi 24da561 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas perikanan air
payau yang memiliki nilai jual tinggi di pasar dunia. Kepiting yang diperoleh dari
tangkapan alam tidak semuanya memiliki kualitas super dan kebanyakan dagingnya
kurang berisi, sehingga menyebabkan pembudidaya melakukan kegiatan
penggemukan. Permasalahan yang sering dihadapi oleh para pembudidaya kepiting
bakau khususnya pada stadia penggemukan adalah dari segi pakan, yakni
diperlukannya pakan alternatif dengan kandungan nutrisi yang tinggi dan baik guna
mendukung pertumbuhan kepiting dan keberlangsungan proses molting, sementara
selama ini budidaya kepiting bakau masih mengandalkan ikan rucah sebagai pakan.
Akan tetapi permasalahan dalam penyediaan ikan rucah karena adanya kompetisi
dengan kebutuhan manusia, pengaruh musim dan masa simpan yang pendek, serta
kualitas pakannya yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian jenis pakan segar berbeda terhadap pertumbuhan dan periode molting
kepiting bakau (Scylla serrata) yang dipelihara dalam sistem single room. Penelitian
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu pemberian
pakan dengan keong mas (Pomacea canaliculate) (A), kerang darah (Anadara
granosa) (B), dan usus ayam (C) dengan menggunakan 10 ulangan. Hewan uji yaitu
kepiting bakau dengan bobot rata-rata 99,53±7,64 g/ekor dipelihara dalam sistem
single room. Penelitian dilaksanakan di tambak kepiting soka Desa Blendung,
Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang selama 35 hari dengan frekuensi pemberian
pakan 1 kali sehari sebesar 5%/BB/hari. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada
perlakuan pakan usus ayam (C) yaitu (TKP 160,21 ± 21,26; FCR 7,53 ± 5,15; SGR
0,78 ± 0,58; SR 60%; Bobot Mutlak 33,93 ± 25,65; Panjang Mutlak 0,97 ± 0,79;
Presentase Molting 60%). Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran
optimum pemeliharaan kepiting bakau yaitu pH 8,2-9,2; salinitas 17,4-29,8 ppt; suhu
26,9-33,2 °C; DO 4,1-6,3 mg/l; ammonia 0,144-1,304 ppm.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepiting, Pakan, Molting, Sistem Single Room, Pertumbuhan |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 18 May 2026 08:09 |
| Last Modified: | 18 May 2026 08:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51026 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
