Utami, Dinda Wahyu (2024) Elektrodekolorisasi dan Mineralisasi Larutan Methyl Orange Menggunakan Elektroda Pb-PbO2. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Dinda Wahyu Utami.zip Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
01. Cover.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (272kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
10. Pendahuluan.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
14. Penutup.pdf Download (172kB) |
Abstract
Sekitar 70% pewarna azo digunakan secara global dalam industri tekstil,
karena lebih stabil terhadap detergen, suhu, dan bahan kimia daripada pewarna
alami. Methyl orange merupakan pewarna azo yang banyak digunakan dan
memiliki toksisitas tinggi, karsinogenisitas, serta mutagenisitas. Sebelum dibuang
ke lingkungan, limbah yang mengandung zat warna harus melalui pengolahan
terlebih dahulu. Berbagai penelitian tentang degradasi limbah zat warna pada
perairan pernah dilakukan, seperti metode fotokatalisis TiO2, secara biologis
menggunakan bakteri, dan adsorpsi yang dianggap kurang efektif dan kurang
efisien. Metode degradasi elektrokimia merupakan metode yang potensial untuk
pengolahan limbah zat warna. Tujuan penelitian ini untuk menentukan tingkat
dekolorisasi dan mineralisasi larutan methyl orange menggunakan elektroda Pb
(katoda) dan PbO2 (anoda) dengan elektrolit pendukung berupa NaCl. Tahapan
dalam penelitian ini, yaitu preparasi larutan induk methyl orange 100 ppm sebanyak
500 mL, karakterisasi elektroda Pb dan PbO2 menggunakan SEM-EDX, penentuan
panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva kalibrasi, penentuan potensial
aplikasi, penentuan pH terbaik larutan, optimasi waktu elektrodekolorisasi,
elektrolisis dengan potensial aplikasi yang telah ditentukan, pH terbaik, dan waktu
optimum. Analisis larutan sampel menggunakan spektrofotometer UV-Vis, analisis
kandungan Pb, kadar ion sulfat, kadar ion nitrat, COD, TDS, dan TSS. Semua
analisis dilakukan pada larutan sampel sebelum dan setelah dilakukan
elektrodekolorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses
elektrodekolorisasi larutan methyl orange 40 ppm sebanyak 100 mL adalah dengan
potensial aplikasi 4 V, larutan memiliki pH 3, dan waktu elektrodekolorisasi 45
menit. Keberhasilkan proses dekolorisasi dapat dilihat dari penurunan absorbansi
pada daerah ultraviolet dan tampak. Selain terjadi penghilangan warna, larutan
methyl orange juga mengalami mineralisasi yang ditunjukkan dengan kenaikan
kadar ion sulfat sebesar 46,92% dan kenaikan kadar ion nitrat sebesar 18,29%. Hasil
analisis COD menunjukkan kenaikan dari 102 ppm menjadi 566,67 ppm. Kadar
logam Pb dalam larutan mengalami kenaikan dari 0,016 ppm menjadi 0,2 ppm.
Nilai TDS menunjukkan kenaikan dari 13,4 ppm menjadi 17,675 ppm dan nilai TSS
mengalami kenaikan dari 3 ppm menjadi 160 ppm.
Kata kunci: methyl orange, elektrodekolorisasi, mineralisasi, elektroda Pb-PbO2
(NO. KETERSEDIAAN : 2228/C/2024)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:48 |
| Last Modified: | 18 May 2026 07:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/51017 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
