Search for collections on Undip Repository

GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS TUBERKULOSIS PARU SENSITIF OBAT TERKONFIRMASI BAKTERIOLOGIS DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2024

PATIMAH, SELPI SITI (2026) GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS TUBERKULOSIS PARU SENSITIF OBAT TERKONFIRMASI BAKTERIOLOGIS DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2024. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO SELPI EDIT.pdf] Text
REPO SELPI EDIT.pdf - Published Version

Download (516kB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan beban TB tinggi. TB Paru Sensitif Obat terkonfirmasi bakteriologis menjadi indikator penting dalam evaluasi program pengendalian TB karena menunjukkan kasus yang telah dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium. Di Jakarta Selatan, jumlah kasus TB terus meningkat sehingga diperlukan gambaran epidemiologi untuk mengetahui distribusi kasus berdasarkan aspek orang, tempat, dan waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi kasus Tuberkulosis Paru Sensitif Obat terkonfirmasi bakteriologis di Jakarta Selatan tahun 2024 berdasarkan aspek orang, tempat, dan waktu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Jakarta Selatan tahun 2024. Sebanyak 3.861 kasus TB Paru Sensitif Obat terkonfirmasi bakteriologis diikutsertakan menggunakan total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, status pekerjaan, status DM, status HIV, kecamatan domisili, jenis fasilitas pelayanan kesehatan, dan bulan mulai pengobatan TB. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kasus tertinggi terdapat pada kelompok usia 45–54 tahun (20,5%), berjenis kelamin laki-laki (60,4%), dan memiliki status bekerja (64,0%). Sebagian besar kasus tidak memiliki komorbid DM (73,0%) dan bukan ODHIV (84,8%). Berdasarkan aspek tempat, jumlah kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Pasar Minggu (15,1%). Berdasarkan aspek waktu, jumlah kasus tertinggi terjadi pada bulan Juli (10,0%). Kesimpulan: Kasus TB Paru Sensitif Obat terkonfirmasi bakteriologis di Jakarta Selatan tahun 2024 lebih banyak ditemukan pada laki-laki usia produktif dan terkonsentrasi pada wilayah tertentu dengan variasi jumlah kasus setiap bulan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan upaya pengendalian TB, terutama pada kelompok berisiko dan wilayah dengan jumlah kasus tinggi.

Kata Kunci : Tuberkulosis; TB Sensitif Obat; Terkonfirmasi Bakteriologis; Epidemiologi; Orang, Tempat, Waktu

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 11 May 2026 09:16
Last Modified: 13 May 2026 07:31
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50771

Actions (login required)

View Item View Item