Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Penambahan Dapagliflozin terhadap Kadar soluble Suppresion of Tumorigenesis 2 (sST2) pada Pasien Gagal Jantung Dekompensasi Akut

Dhani, Muhamad Sofan and Uddin, Ilham and Ahnaf, M. Fauziar and Suhartono, Suhartono (2026) Pengaruh Penambahan Dapagliflozin terhadap Kadar soluble Suppresion of Tumorigenesis 2 (sST2) pada Pasien Gagal Jantung Dekompensasi Akut. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-THESIS] Text (ABSTRAK-THESIS)
Abtrak Tesis Sofan.pdf

Download (183kB)

Abstract

Latar belakang: Berbagai studi besar telah mengkonfirmasi bahwa peningkatan biomarker inflamasi berhubungan terhadap peningkatan angka rehospitalisasi dan mortalitas pada pasien dengan gagal jantung dekompensasi akut (GJDA), sehingga terapi yang menargetkan penghambatan inflamasi steril pada GJDA menjadi penting. Biomarker soluble suppression of tumorigenicity‑2 (sST2) merupakan biomarker inflamasi yang telah diketahui memiliki nilai prognostik yang baik pada pasien gagal jantung. Dapagliflozin sebagai SGLT2 inhibitor diduga mampu menurunkan kadar sST2.

Metode: Uji klinis acak, double‑blind, terkontrol plasebo ini melibatkan 62 pasien GJDA yang dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang dan dibagi menjadi kelompok dapagliflozin 10 mg/hari (n=33) dan plasebo (n=29) di samping terapi standar. Kadar sST2 diukur pada pre‑perlakuan, pre‑discharge, dan 30 hari pasca perlakuan. Luaran utama adalah perubahan (Δ) sST2 dibanding nilai awal saat periode hospitalisasi dan periode pasca hospitalisasi yang dibandingkan antar kelompok menggunakan uji Mann‑Whitney.

Hasil: Median sST2 awal serupa antara plasebo dan dapagliflozin (32,40 vs 29,50 ng/mL; p=0,452). Penurunan ΔsST2 saat pre‑discharge tidak berbeda bermakna antara plasebo dan dapagliflozin (median -2,90 vs -3,70 ng/mL; p=0,972). Sebaliknya, ΔsST2 pada periode pasca hospitalisasi menunjukkan penurunan yang bermakna pada kelompok dapagliflozin dibanding plasebo (median -2,70 vs -0,30 ng/mL; p=0,047), menandakan efek tambahan dapagliflozin pada fase pasca‑hospitalisasi.

Kesimpulan: Dapagliflozin memberikan penurunan sST2 yang lebih besar dan signifikan pada periode pasca hospitalisasi dibanding plasebo, sementara penurunan kadar sST2 pada periode hospitalisasi cenderung lebih besar namun tidak signifikan.

Kata Kunci : Gagal Jantung Dekompensasi Akut, Dapagliflozin, sST2

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Gagal Jantung Dekompensasi Akut, Dapagliflozin, sST2
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 12 May 2026 07:12
Last Modified: 12 May 2026 07:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50676

Actions (login required)

View Item View Item