PUTRI, ALMIRA TRIANANDA (2026) FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK BERDASARKAN PENDEKATAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (STUDI DI KAMPUNG NELAYAN SARANG, KECAMATAN SARANG, KABUPATEN REMBANG). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO ALMIRA.pdf - Published Version Download (522kB) |
Abstract
Latar belakang: Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit dengan prevalensi tinggi di Indonesia (6,8%) dan didominasi oleh dermatitis kontak. Di wilayah kerja Puskesmas Sarang 1, kasus dermatitis kontak masih cukup tinggi dengan prevalensi 1,38% (266 kasus) pada tahun 2024 dan tercatat 54 kasus hingga Maret 2025. Kondisi ini banyak ditemukan pada masyarakat kampung nelayan yang memiliki risiko tinggi akibat paparan lingkungan kerja serta perilaku yang kurang protektif. Hal ini menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif untuk menekan kejadian dermatitis kontak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, komponen Health Belief Model (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan), serta faktor sosial budaya dengan kejadian dermatitis kontak di wilayah Kampung Nelayan Sarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 136 responden dengan perbandingan 1:1, yaitu 68 kasus dan 68 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), persepsi kerentanan (p = 0,003), dan persepsi hambatan (p = 0,029) dengan kejadian dermatitis kontak. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi keparahan (p = 0,731), persepsi manfaat (p = 0,731), dan faktor sosial budaya (p = 0,170). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, persepsi kerentanan, dan persepsi hambatan dengan kejadian dermatitis kontak. Namun, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan faktor sosial budaya tidak berhubungan secara signifikan.
Kata Kunci : dermatitis kontak, health belief model, kampung nelayan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:41 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:41 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50577 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
