Search for collections on Undip Repository

Integrasi Self Organizing Map dan K-Medoids dalam Pengelompokan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Berdasarkan Indikator TBC dan Determinan Sosial Kesehatan Tahun 2024

FATURAHMAN, Ikhwan (2026) Integrasi Self Organizing Map dan K-Medoids dalam Pengelompokan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Berdasarkan Indikator TBC dan Determinan Sosial Kesehatan Tahun 2024. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (95kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN I.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN I.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of 4. HALAMAN PENGESAHAN II.pdf] Text
4. HALAMAN PENGESAHAN II.pdf

Download (52kB)
[thumbnail of 5. KATA PENGANTAR.pdf] Text
5. KATA PENGANTAR.pdf

Download (241kB)
[thumbnail of 6. ABSTRAK.pdf] Text
6. ABSTRAK.pdf

Download (227kB)
[thumbnail of 7. ABSTRACT.pdf] Text
7. ABSTRACT.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of 8. DAFTAR ISI.pdf] Text
8. DAFTAR ISI.pdf

Download (236kB)
[thumbnail of 12. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
12. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (313kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (255kB)
[thumbnail of Split Skripsi_Ikhwan Faturahman.zip] Archive
Split Skripsi_Ikhwan Faturahman.zip
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang
dipengaruhi oleh berbagai faktor dan menunjukkan perbedaan antarwilayah.
Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat
berdasarkan indikator TBC dan determinan sosial kesehatan tahun 2024
menggunakan integrasi metode Self Organizing Map (SOM) dan K-Medoids. Data
yang digunakan meliputi angka penemuan dan keberhasilan pengobatan TBC,
kepadatan penduduk, fasilitas kesehatan, stunting, sanitasi, akses air minum layak,
rumah layak huni, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Parameter terbaik diperoleh
melalui hyperparameter tuning dengan konfigurasi grid 5×5, learning rate
0,05→0,01, iterasi 600, dan jumlah klaster = 4. Hasil menunjukkan terbentuknya
empat klaster dengan nilai Silhouette Coefficient sebesar 0,311, Davies-Bouldin
Index sebesar 1,006, dan Calinski-Harabasz Index sebesar 11.115. Klaster 1 dengan
6 wilayah memiliki fasilitas kesehatan dan keberhasilan pengobatan TBC terendah,
tetapi kondisi perumahan terbaik dan stunting terendah. Klaster 2 dengan 11
wilayah unggul pada sanitasi dan akses air minum. Klaster 3 dengan 4 wilayah
memiliki perilaku hidup bersih dan sehat tertinggi, namun infrastruktur terburuk
dan stunting tertinggi. Klaster 4 dengan 6 wilayah memiliki kinerja pengobatan
TBC dan fasilitas kesehatan terbaik. Integrasi SOM–K-Medoids mampu
menemukan pola dari banyak indikator sekaligus dan tahan terhadap outlier,
sehingga dapat mendukung perumusan kebijakan pengendalian TBC yang lebih
tepat sasaran.
Kata Kunci: Tuberkulosis, Determinan Sosial Kesehatan, Self Organizing Map, K
Medoids, Klasterisasi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Statistics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 07 May 2026 03:56
Last Modified: 07 May 2026 03:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50563

Actions (login required)

View Item View Item