AULIA, RHIENI RAHMA (2026) KAJIAN KERENTANAN FISIK PANTAI MENGGUNAKAN METODE COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) DI KABUPATEN PEMALANG, PROVINSI JAWATENGAH (25dos613). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Rhieni Rahma Aulia 25dos613.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Permasalahan perubahan iklim terus menjadi isu hangat di dunia telah memberi
dampak yang luas dan global pada seluruh kehidupan manusia. Perairan laut menjadi salah
satu lingkungan hidup yang turut terpengaruh oleh adanya perubahan iklim yang terjadi
secara global ini, mulai dari naiknya muka air laut, perbedaan suhu yang ekstrem,
tingginya gelombang, dan banyak lainnya. Fakta bahwa kawasan pantai menjadi kawasan
yang terancam menuntut dilakukannya kajian secara mendalam dan serius mengenai
kerentanan kawasan tersebut di berbagai wilayah pesisir di Indonesia untuk segera bisa
dilakukan perencanaan untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim ini.
Penilaian tingkat kerentanan fisik pantai menjadi suatu upaya yang dilakukan untuk
mencegah dampak yang ditimbulkan akibat bencana di kawasan pesisir akibat perubahan
iklim global. Kabupaten Pemalang yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, dengan batas
administratif antara 109°17'30" hingga 109°40'30" Bujur Timur dan 8°52'30" hingga
7°20'11" Lintang Selatan, dengan bentangan luas wilayah sebesar 1.115,30 km2, memiliki
bentangan garis pantai sepanjang ±35 meter, memiliki karakteristik unik yang relevan
yakni tampilan lingkungan yang kompleks dan dinamis, dengan permasalahan lingkungan
seperti abrasi, sangat sesuai untuk dinilai tingkat kerentanannya. Dengan menggunakan
metode Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan keunggulannya yang mudah dipahami
dan diterapkan di berbagai kondisi lingkungan pantai, dilakukan perhitungan dan
pengolahan data terhadap total sebanyak enam parameter fisik, antara lain: parameter
geomorfologi, parameter elevasi permukaan tanah, parameter perubahan garis pantai,
parameter tunggang pasang surut, parameter kenaikan muka air laut, dan parameter tinggi
gelombang signifikan. Di akhir, nilai dari setiap parameter tersebut akan diberi nilai
berdasarkan aturan skoring Coastal Vulnerability Index (CVI). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat kerentanan fisik pantai secara keseluruhan di Kabupaten
Pemalang, Provinsi Jawa Tengah di sebanyak enam belas titik lokasi pengamatan
menunjukkan dominasi tingkat kerentanan tinggi (sebanyak 9 titik lokasi pengamatan), 6
titik lokasi memiliki tingkat kerentanan sedang, dan 1 titik lokasi memiliki tingkat
kerentanan rendah. Nilai indeks kerentanan pantai minimum yang diperoleh yakni sebesar
4,5644 dan nilai indeks kerentanan pantai maksimumnya sebesar 10,2062, dengan nilai
rata-rata sebesar 8,7889. Ini menunjukkan bahwa terdapat risiko yang bervariasi di
sepanjang pantai di Kabupaten Pemalang, mulai dari risiko pada tingkat signifikan (titik 4,
5, 6, 10, 12, 13, 14, 15, dan 16), risiko pada tingkat moderat (titik 1, 2, 3, 8, 9, dan 11),
hingga risiko pada tingkat yang minim (titik 7). Parameter geomorfologi, elevasi
permukaan tanah, dan parameter kenaikan muka air laut berkontribusi sangat tinggi
terhadap tingkat kerentanan. Sedangkan parameter lainnya, seperti parameter perubahan
garis pantai berkontribusi di tingkat menengah, serta parameter tunggang pasang surut dan
tinggi gelombang signifikan berkontribusi sangat rendah terhadap tingkat kerentanan
pantai di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Coastal Vulnerability Index (CVI); Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah; kerentanan fisik; pantai |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Oceanography |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:17 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
