Panjaitan, Imawarti (2026) Pemodelan Distribusi Habitat Burung Rangkong (Bucerotidae) di Taman Nasional Gunung Leuser Menggunakan Maximum Entropy (MaxEnt). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. HALAMAN SAMPUL.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (204kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (373kB) |
|
|
Archive
Imawarti Panjaitan.zip Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Burung rangkong (famili Bucerotidae) merupakan kelompok burung besar
bercula yang dilindungi di Indonesia, namun menghadapi tekanan perburuan.
Sementara informasi spasial kesesuaian habitatnya di Taman Nasional Gunung
Leuser (TNGL) masih terbatas dan umumnya hanya berbasis data inventarisasi dan
kepadatan. Kompleksitas lanskap berupa wilayah luas, topografi curam, dan
perubahan tutupan lahan menjadi kendala dalam penelitian serta ancaman terhadap
keberadaan burung rangkong di area TNGL. Oleh karena itu, pendekatan Maximum
Entropy (MaxEnt) digunakan untuk memetakan potensi kesesuaian habitat
berdasarkan variabel lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan
distribusi kesesuaian habitat dan mengidentifikasi serta menganalisis kontribusi
variabel lingkungan terhadap kesesuaian habitat rangkong di TNGL. Data yang
digunakan sebanyak 335 titik, yang terdiri atas data titik kehadiran rangkong dari
pengamatan langsung, tim camera trap dan tim SMART patrol. Variabel lingkungan
prediktor seperti tutupan lahan, ketinggian, kelerengan, jarak dari lahan pertanian,
jarak dari sungai, jarak dari permukiman, jarak dari jalan, dan curah hujan berupa
data citra diunduh dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan model
memiliki prediksi yang layak (AUC 0,866 ± 0,012). Luas wilayah habitat yang sesuai
lebih kecil daripada habitat yang tidak sesuai. Variabel prediktor yang paling
berpengaruh dalam pemodelan ini adalah jarak dari permukiman, tutupan lahan dan
jarak dari lahan pertanian. Informasi ini dapat dijadikan dasar untuk mendukung
perencanaan pengelolaan habitat dan strategi konservasi burung rangkong di kawasan
TNGL.
Kata kunci: pemodelan spasial, kesesuaian habitat, QGIS, kehadiran spesies, variabel lingkungan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:29 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50408 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
