Search for collections on Undip Repository

PENGARUH FINERENONE TERHADAP TURNOVER CARDIAC OUTPUT DAN KAPASITAS LATIHAN PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT ELEVASI SEGMEN ST ANTERIOR PASCA INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER

Pesireron, David Jonathan and Safir, Safir and SATOTO, RR HARI HENDRIARTI and Suhartono, Suhartono (2026) PENGARUH FINERENONE TERHADAP TURNOVER CARDIAC OUTPUT DAN KAPASITAS LATIHAN PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT ELEVASI SEGMEN ST ANTERIOR PASCA INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-TESIS] Text (ABSTRAK-TESIS)
Abstrak-Tesis.pdf

Download (584kB)

Abstract

Latar belakang. Remodeling jantung akibat proses fibrosis pasca infark miokard akut anterior dapat terjadi bahkan setelah dilakukan intervensi koroner. Remodeling ini berujung dapat menurunkan cardiac output dan kapasitas latihan sehingga meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular mayor. Finerenone, antagonis reseptor mineralokortikoid non-steroid, memiliki efek anti-inflamasi dan antifibrotik yang berpotensi menghambat proses remodeling. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemberian Finerenone terhadap cardiac output (CO) dan kapasitas latihan pasien IMA-EST anterior yang menjalani intervensi koroner perkutan primer (IKPP).
Metode. Penelitian ini merupakan uji klinis double-blind randomized controlled trial melibatkan pasien IMA-EST Anterior dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri > 40% yang berhasil menjalani IKPP, diberikan Finerenone 10 mg (n= 27) atau plasebo (n= 25) selama 60 hari sebagai tambahan medikamentosa standar. Pengukuran cardiac output dilakukan dengan ekokardiografi saat predischarge dan setelah 60 hari terapi; kapasitas latihan diukur dengan cardiopulmonary exercise testing (CPET) dengan treadmill.
Hasil. Karakteristik klinis dasar pada kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Setelah 60 hari, nilai CO meningkat pada kelompok Finerenone menjadi 4,16 ± 0,88 L/menit namun perbedaan post-perlakuan antar kelompok tidak signifikan (p = 0,753). Perubahan rata-rata ΔCO (pre→post) cenderung lebih besar pada Finerenone (+0,32 ± 1,03 vs −0,07 ± 1,17; p = 0,203) namun tidak signifikan. Kapasitas latihan menunjukkan nilai yang lebih tinggi pada kelompok Finerenone namun tidak bermakna secara statistik (peak VO₂ 23,6 ± 3,8 vs 21,6 ± 3,9 mL·kg⁻¹·min⁻¹; p = 0,084; oxygen pulse 12,5 ± 2,3 vs 11,6 ± 2,7; p = 0,216; METs 6,66 ± 1,24 vs 6,17 ± 1,10; p = 0,139) Tidak didapatkan efek samping yang bermakna terkait pemberian Finerenone 10 mg pada penelitian ini.
Kesimpulan. Pemberian Finerenone tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada cardiac output dan kapasitas latihan pasien IMA-EST Anterior pasca IKPP

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Finerenone, kapasitas latihan,CPET, IMA-EST Anterior, pasca ppci
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 11 May 2026 07:40
Last Modified: 11 May 2026 07:40
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50401

Actions (login required)

View Item View Item