Nofitri, Tarizka Nur Widya (2023) KEKUATAN MAKNA GRAMATIKAL PEMBENTUKAN LEKSIKON PADA MEDIA DIGITAL YANG BERPOTENSI MENIMBULKAN KONFLIK DI WILAYAH SEMARANG (Analisis Linguistik Forensik). Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.
|
Text
SKRIPSI LINGUFOR KEKUATAN MAKNA GRAMATIKAL_TARIZKA NUR WIDYA.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan makna gramatikal dalam pembentukan leksikon maupun perubahan makna gramatikal pada media digital yang berpotensi memicu konflik yang terjadi di wilayah Semarang, maupun yang disangkakan kepada masyarakat semarang melalui ungkapan-ungkapan yang terdapat leksikon bernuansa negatif yang dikaji melalui analisis linguistik forensik. Penelitian ini juga merupakan jenis penelitian kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Adapun fokus objek penelitian ini adalah teks konflik yang ada pada media digital di wilayah Semarang, baik yang disangkakan kepada masyarakat Semarang, maupun yang terjadi di wilayah Semarang. Data tersebut diambil melalui komentar ungkapan kebencian yang terjadi di wilayah Semarang, selain itu juga diambil melalui media surat kabar digital wilayah Semarang berdasarkan tempat peristiwa yang terjadi yakni dalam lingkup Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ilmu Linguistik Forensik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori Linguistik Forensik yang dianalisis menggunakan ilmu bantu cabang Linguistik, yakni struktur Sintaksis untuk mengkaji analisis pembentukan makna gramatikal yang ada pada leksikon. Sedangkan perubahan makna gramatikal, dan pengklasifikasian dalam gejala bahasa, penulis menggunakan teori pergeseran makna gramatikal yang dipaparkan oleh Tarigan (2020). Data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini merupakan data primer, dan sekunder yang diperoleh dari teks konflik yang ada di akun media digital di wilayah Semarang yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi atau mengumpulkan data yang telah tersedia yakni dengan teknik observasi pada media digital, dan studi pustaka untuk meninjau data yang telah terunggah pada media digital. Kemudian penulis melakukan pengumpulan data menggunakan teknik baca, simak, dan catat terhadap data yang ada pada media digital tersebut dan dianalisis menggunakan teknik bagi langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa di wilayah Semarang terdapat bentuk teks konflik berupa dugaan adanya tindak pidana ketidakbijaksanaan dalam berbahasa, yakni pencemaran nama baik, persangkaan palsu, penghinaan ringan, dan penyebarluasan berita bohong yang ditandai oleh adanya pembentukan, dan perubahan makna gramatikal pada leksikon. Adapun pembentukan makna gramatikal pada leksikon yang terdapat dalam data tersebut berupa abreviasi, reduplikasi, afiksasi, derivasi zero, dan komposisi. Kemudian perubahan makna gramatikal yang ada meliputi generalisasi, spesialisasi, asosiasi, dan peyorasi.
Kata Kunci: Linguistik Forensik, Leksikon, Teks Konflik, Makna Gramatikal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 05 May 2026 04:33 |
| Last Modified: | 05 May 2026 04:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50395 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
