HAQ, GHIFFARI MAULANA (2026) HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN MEGABENTOS DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR (26dik196). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Ghiffari Maulana Haq 26dik205.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran
penting sebagai habitat, daerah mencari makan, dan tempat perlindungan bagi
berbagai organisme laut, termasuk megabentos. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi kerapatan lamun, kelimpahan megabentos, serta hubungan
antara kerapatan lamun dengan kelimpahan megabentos di Pantai Bama, Taman
Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode
survei lapangan menggunakan transek kuadran dan belt transect pada tiga stasiun
yang ditentukan secara purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi
komposisi jenis lamun, kerapatan lamun, kelimpahan megabentos, karakteristik
substrat, dan parameter fisika-kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
di Pantai Bama ditemukan 5 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia
hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, dan Syringodium isoetifolium.
Kerapatan lamun pada lokasi penelitian di Pantai Bama menunjukkan variasi antar
stasiun pengamatan. Kerapatan lamun berkisar antara 138,42–212,61 ind/m²,
dengan nilai tertinggi terdapat pada Stasiun 3 sebesar 212,61 ind/m². Kisaran nilai
tersebut menunjukkan bahwa kondisi padang lamun tergolong rapat hingga sangat
rapat. Tingginya kerapatan lamun pada Stasiun 3 mengindikasikan bahwa kondisi
lingkungan di lokasi tersebut lebih mendukung pertumbuhan lamun dibandingkan
stasiun lainnya. Secara umum, kerapatan lamun yang tinggi mencerminkan kondisi
perairan yang relatif stabil dan mampu mendukung produktivitas ekosistem pesisir.
Kelimpahan megabentos bervariasi antar stasiun dengan rata-rata sebesar 0,07
ind/m², sedangkan total individu pada pengulangan 1, 2, dan 3 masing-masing
sebanyak 126, 110, dan 115 individu, serta didominasi oleh Holothuria atra. Hasil
analisis regresi menunjukkan pola hubungan yang tidak seragam pada setiap
pengulangan, yaitu pada pengulangan 1 bersifat negatif dengan persamaan y =
0,0019x + 0,3145 dan R² = 0,7932, sedangkan pada pengulangan 2 dan 3 bersifat
positif dengan persamaan y = 7E-05x - 0,0083 dan R² = 0,995, serta y = 0,0004x -
0,0823 dan R² = 0,7012. Secara umum, hubungan antara kerapatan lamun dan
kelimpahan megabentos di Pantai Bama bersifat dinamis dan dipengaruhi pula oleh
faktor lain seperti substrat, bahan organik, dan kondisi perairan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | padang lamun; megabenthos; kerapatan lamun; Pantai Bama; Taman Nasional Baluran |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:08 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
