ARSYIL, MUHAMMAD ARYA (2026) DINAMIKA PERUBAHAN GARIS PANTAI PESISIR BAGIAN TIMUR INDRAMAYU DENGAN METODE GEOSPASIAL PADA TAHUN 2018-2024 (26dos201). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muhammad Arya Arsyil 26dik201.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Wilayah Pesisir Timur Indramayu merupakan salah satu kawasan pesisir
yang mengalami perubahan garis pantai yang cukup intensif akibat kombinasi
faktor alami dan aktivitas antropogenik, sehingga diperlukan kajian kuantitatif
berbasis data geospasial untuk memetakan dinamika abrasi dan akresi secara detail
pada skala lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai
Pesisir Timur Indramayu periode 2018-2024 menggunakan citra sentinel-2A
melalui ekstraksi shoreline berbasis indeks NDWI dan digitasi garis pantai, serta
mengkaji pengaruh distribusi ukuran butir sedimen terhadap pola perubahan garis
pantai di Pesisir Timur Indramayu. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif deskriptif dengan analisis geospasial multi-temporal pada citra Sentinel
2A di Google Earth Engine, dilanjutkan digitasi shoreline dan perhitungan laju
perubahan garis pantai menggunakan DSAS (Parameter EPR dan NSM,) pada 150
transek berinterval 30 m sepanjang kurang lebih 4,5 km garis pantai, serta
analisisgranulometri sedimen (Sieving–pipetting, parameter Folk & Ward, dan
klasifikasi Shepard) yang dipadukan dengan informasi kemiringan pantai serta data
oseanografi. Hasil menunjukkan bahwa proses abrasi secara spasial dan temporal
lebih dominan dibanding akresi, rata-rata laju abrasi mencapai sekitar -6,51
m/tahun dan laju akresi rata-rata sekitar 1,65 m/tahun, nilai EPR maksimum abrasi -15,32 m/tahun dan akresi 4,31 m/tahun, serta pergeseran garis pantai (NSM)
terbesar berupa kemunduran -86,87 m dan akresi 24,42 m. Secara luasan, wilayah
pesisir timur Indramayu mengalami abrasi sekitar 28,286 ha dan akresi sekitar
1,009 ha selama periode pengamatan, dengan konsentrasi abrasi tinggi terutama di
segmen Pantai Jelantir, sedangkan akresi lebih menonjol di sekitar Pantai Dadap
yang dilindungi struktur breakwater. Analisis Sedimen menunjukkan bahwa
sedimen dasar didominasi fraksi pasir berukuran sedang hingga halus (>95%pasir)
dengan sortasi sangat baik yang merelefsikan lingkungan energi energi gelombang
cukup tinggi, segmen yang didominasi pasir sedang-halus dan terlindungi bangunan
pantai cenderung mengalami akresi, sementara segmen dengan sedimen lebih halus
dan terekspos langsung gelombang memperlihatkan laju abrasi yang lebih besar.
Temuan yang didapatkan bahwa analisis geospasial beresolusi tinggi dengan
karakteristik fisik pantai dan sedimen efektif untuk mengidentifikasi zona kritis
abrasi-akresi, serta dapat menjadi dasar perencanaan pengelolaan dan perlindungan
pesisir timur indramayu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perubahan Garis Pantai, DSAS, Sentinel-2A, Sedimen, Pasang Surut. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Oceanography |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:09 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
