MARBUN, AURELIO GRACIAS (2026) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI TAHUN 2018-2024 MENGGUNAKAN METODE DIGITAL SHORELINE ANAYLYSIS SYSTEM DI PESISIR KECAMATAN MUARA GEMBONG, KABUPATEN BEKASI (26dos200). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Aurelio Gracias Marbun 26dos200.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Wilayah pesisir Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi merupakan
kawasan pesisir yang memiliki dinamika perubahan garis pantai yang cukup tinggi
akibat interaksi antara proses oseanografi dan aktivitas manusia. Perubahan garis
pantai yang terjadi dalam bentuk erosi dan akresi berpotensi memengaruhi
perubahan penggunaan lahan pesisir, seperti badan air, vegetasi, tambak, lahan
terbuka, dan lahan terbangun. Oleh karena itu, pemantauan perubahan garis pantai
secara multitemporal menjadi penting untuk memahami dampaknya terhadap
dinamika pemanfaatan ruang pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perubahan garis pantai di pesisir Kecamatan Muara Gembong pada periode
2018–2024 menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS), serta
mengkaji dampaknya terhadap perubahan penggunaan lahan pesisir. Kebaruan
penelitian ini terletak pada analisis perubahan garis pantai dengan membandingkan
dua periode waktu berbeda (2018–2021 dan 2021–2024) serta mengaitkannya
secara langsung dengan dinamika perubahan penggunaan lahan. Metode penelitian
dilakukan melalui analisis geospasial menggunakan citra satelit Sentinel-2A yang
diproses dengan teknik NDWI untuk mengekstraksi garis pantai, kemudian
dianalisis menggunakan DSAS dengan parameter End Point Rate (EPR) dan
Net Shoreline Movement (NSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
periode 2018–2021 terjadi erosi seluas 97,61 ha dan akresi 61,32 ha, sedangkan
pada periode 2021–2024 terjadi erosi sebesar 123,78 ha dan akresi sebesar
66,82 ha. Perubahan garis pantai ini berdampak signifikan terhadap penggunaan
lahan, ditunjukkan oleh peningkatan luas badan air dari 11.350,83 ha (2018)
menjadi 11.408,86 ha (2021) dan 11.320,83 ha (2024). Sebaliknya, terjadi
penurunan pada sebagian lahan vegetasi dan tambak akibat terkonversi menjadi
badan air, yang mengindikasikan dominasi proses erosi di wilayah pesisir.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Garis Pantai, Digital Shoreline Analysis System, Erosi, Penggunaan lahan, Muara Gembong. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Oceanography |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:09 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
