Inzaghi, Ika Silviadewi and Budiono, Bernardus Parish and Mahati, Endang (2026) Efektivitas Hidrogel Moringa oleifera untuk Pencegahan Adhesi Peritoneal pada Tikus Wistar: Kajian pada Skor Adhesi, Distribusi Malondialdehida, Ekspresi TNF-ɑ, dan Gambaran Histopatologi. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak-KTI)
IKA SILVIADEWI INZAGHI_22010124410005_TESIS_ABSTRAK.pdf Download (216kB) |
Abstract
Latar Belakang: Adhesi intraperitoneal pascaoperasi merupakan komplikasi yang sering terjadi dan dapat meningkatkan morbiditas, memperpanjang masa rawat, serta menambah kebutuhan tindakan operasi ulang. Hidrogel berbasis asam hialuronat (AH) dan kitosan (CS) berpotensi menjadi barier antiadhesi, sedangkan Moringa oleifera (MO) memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang dapat mendukung penyembuhan peritoneum.
Tujuan: Membuktikan efektivitas hidrogel kombinasi AH–CS–MO dalam mencegah adhesi pascaoperasi intraperitoneum pada tikus Wistar.
Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group dilakukan pada 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol sehat, kelompok kontrol negatif yang dilakukan laparotomi dan induksi adhesi tanpa pemberian hidrogel, kelompok kontrol positif mendapat hidrogel AH-CS, sedangkan kelompok perlakuan mendapat hidrogel AH–CS–MO. Setelah satu ekor drop out, sebanyak 23 sampel dianalisis secara statistik dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Variabel yang dinilai meliputi skor adhesi makroskopis (Leach score), distribusi MDA, ekspresi TNF-α, dan gambaran histopatologi (Abramov scoring system).
Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada seluruh parameter skor adhesi makroskopis antar kelompok, yaitu luas adhesi (p=0,000), kualitas adhesi (p=0,001), dan pemisahan adhesi (p=0,000). Kelompok perlakuan menunjukkan rerata distribusi MDA yang lebih rendah dan mendekati kelompok sehat (4,00±1,41 vs 3,50±0,80), dibandingkan kontrol negatif (10,8±1,47). Ekspresi TNF-α juga paling rendah pada kelompok perlakuan (3,33±1,21) dibandingkan kontrol negatif (11,8±1,47). Pemeriksaan histopatologi menunjukkan perbedaan bermakna pada granulasi (p=0,043), re-epitelisasi (p=0,001), neovaskularisasi (p=0,044), fibrosis (p=0,008), dan jaringan inflamasi (p=0,001).
Simpulan: Hidrogel kombinasi AH–CS–MO efektif menurunkan pembentukan adhesi intraperitoneal, menekan stres oksidatif dan inflamasi, serta memperbaiki gambaran histopatologi penyembuhan jaringan. Formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai biomaterial antiadhesi intraperitoneal.
Kata kunci: adhesi intraperitoneal, hidrogel, Moringa oleifera, malondialdehida, TNF-α, tikus Wistar
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | adhesi intraperitoneal, hidrogel, Moringa oleifera, malondialdehida, TNF-α, tikus Wistar |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 05 May 2026 03:58 |
| Last Modified: | 05 May 2026 03:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50332 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
