Effendi, Effendi and Ardhianto, Pipin and Wardana, Dhira Amalin Tantina Alita and Suhartono, Suhartono (2026) Hubungan Antara Global Longitudinal Strain 1 bulan Pasca Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen dengan Kejadian Pacing Induced Left Ventricular Dysfunction. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstract - GLS dan Kejadian PIVD)
Abstract - GLS dan Kejadian PIVD.pdf Download (233kB) |
Abstract
Latar Belakang: Pemasangan alat pacu jantung permanen (APJP) ventrikel kanan (VKa) merupakan terapi standar pada pasien dengan gangguan konduksi jantung atau bradiaritmia simptomatik. Namun, stimulasi VKa jangka panjang pasca pemasangan APJP dapat menyebabkan terjadinya penurunan fungsi ventrikel kiri yang dikenal sebagai pacing-induced left ventricular dysfunction (PIVD). Terjadinya perubahan fungsi sistolik ventrikel kiri subklinis melalui pengukuran Global Longitudinal Strain (GLS) pasca pemasangan APJP VKa berpotensi memiliki hubungan dengan kejadian PIVD di kemudian hari.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif terhadap pasien yang menjalani implantasi APJP VKa di RSUP dr. Kariadi Semarang periode Desember 2023 – November 2024. Sebanyak 49 pasien menjalani prosedur pemasangan APJP VKa dengan fungsi ventrikel kiri yang masih baik, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan nilai GLS 1 bulan pasca pemasangan APJP VKa. Reduced GLS didefinisikan sebagai nilai GLS yang less negative dari −14,5%, sedangkan preserved GLS didefinisikan sebagai nilai GLS yang more negative dari −14,5%. Pasien-pasien tersebut kemudian dipantau selama 12 bulan menggunakan ekokardiografi transthorakal serial untuk menilai perkembangan terjadinya PIVD, yang didefinisikan sebagai penurunan left ventricular ejection fraction (LVEF) ≥10% pada bulan ke-12, atau KAPJP, yaitu penurunan LVEF hingga <45%.
Hasil : Karakteristik klinis dasar, termasuk usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes, jenis APJP, serta parameter ekokardiografi, tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara 2 kelompok GLS (p > 0,05). Dari total 49 pasien, sebanyak 5 pasien (10,2%) mengalami PIVD setelah 12 bulan follow-up, dan seluruhnya berasal dari kelompok reduced GLS (p = 0,014). Selain itu, lebar QRS menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian PIVD (p = 0,028), sedangkan variabel lain seperti jenis APJP, sindrom koroner kronis dan riwayat medikamentosa tidak berhubungan signifikan dengan PIVD (p > 0,05).
Kesimpulan: Nilai GLS satu bulan pasca pemasangan APJP VKa memiliki hubungan bermakna dengan kejadian PIVD. Selain itu terdapat hubungan antara lebar durasi QRS pasca pemasangan pacu jantung dengan kejadian PIVD.
Kata kunci: Pacemaker induced left ventricular dysfunction, PIVD, KAPJP
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pacemaker induced left ventricular dysfunction, PIVD, KAPJP |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:38 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50309 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
