Search for collections on Undip Repository

KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA AIR DAN SEDIMEN SERTA ESTIMASI BEBAN POLUTAN DI MUARA SUNGAI OPAK, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (26dik157)

NATARUMA, MUHAMMAD PRANARDHO (2026) KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA AIR DAN SEDIMEN SERTA ESTIMASI BEBAN POLUTAN DI MUARA SUNGAI OPAK, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (26dik157). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Muhammad Pranardho Nataruma 26dik157.pdf] Text
Muhammad Pranardho Nataruma 26dik157.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Muara Sungai Opak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,
merupakan sistem estuari yang terpapar tekanan antropogenik yang signifikan dari
aktivitas pertanian, permukiman, pariwisata, dan industri, sehingga berpotensi
menjadi hotspot akumulasi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
kelimpahan mikroplastik pada kompartemen perairan dan sedimen,
mengkarakterisasi mikroplastik berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran, serta
menentukan konsentrasi massa mikroplastik (mg/L) sebagai indikator tekanan
lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan desain transek
melintang pada lima stasiun pengamatan dalam dua kondisi hidrodinamika, yaitu
saat surut dan pasang. Analisis laboratorium meliputi digesti bahan organik,
pemisahan densitas, filtrasi, dan identifikasi visual mikroplastik. Mikroplastik
terdeteksi di seluruh stasiun pengamatan pada kedua kompartemen lingkungan.
Kelimpahan mikroplastik pada sedimen (rata-rata: 1.221,6 partikel/kg) jauh lebih
tinggi dibandingkan perairan (rata-rata: 39,8 partikel/L), yang menunjukkan bahwa
estuari berfungsi sebagai lingkungan deposisional. Akumulasi tertinggi ditemukan
pada zona transisi dan mangrove (MP4–MP5), sedangkan kelimpahan terendah
terdapat pada zona dengan arus kuat (MP2). Lima tipe morfologi mikroplastik
berhasil diidentifikasi, yaitu fragmen, fiber, film, pelet, dan filamen, dengan
fragmen sebagai bentuk dominan. Warna hitam mendominasi baik pada perairan
(37,22%) maupun sedimen (38,12%), yang mengindikasikan tahap degradasi
plastik yang lanjut. Konsentrasi massa mikroplastik lebih tinggi pada kondisi surut
(1,662 mg/L) dibandingkan pasang (0,436 mg/L), dengan estimasi beban sebesar
3.371,3 kg/hari dan 1.624,3 kg/hari, yang menunjukkan peran muara sebagai
sumber mikroplastik ke perairan pesisir. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa Muara Sungai Opak mengalami kontaminasi mikroplastik
pada tingkat tinggi dengan potensi implikasi ekologis. Penelitian ini
mengintegrasikan pendekatan berbasis jumlah partikel dan konsentrasi massa
(mg/L) dengan parameter hidrodinamika untuk mengestimasi beban mikroplastik
harian, sehingga memberikan kerangka analisis yang lebih komprehensif dalam
penilaian mikroplastik di lingkungan estuari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: mikroplastik; estuari; sedimen; perairan; muara sungai.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 16 Jul 2026 08:14
Last Modified: 16 Jul 2026 08:14
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50281

Actions (login required)

View Item View Item