Dahlia Simamora, Zefanya Jujur and Adiva Dwiputri, Dhea and Monica Purba, Gladdy Tessa (2026) PERENCANAAN STRATEGI REDUKSI EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) PADA SEKTOR INDUSTRI, TRANSPORTASI, DAN PERSAMPAHAN DI KABUPATEN BEKASI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Repository Laporan Tugas Akhir_Perencanaan Strategi Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Industri, Transportasi, dan Persampahan di Kabupaten Bekasi (1)-1.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Kabupaten Bekasi merupakan pusat industri strategis yang menghadapi tantangan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi emisi GRK, memetakan sebaran beban emisi menggunakan perangkat lunak AERMOD, serta merancang strategi reduksi pada sektor industri, transportasi, dan persampahan dengan proyeksi skenario BaU hingga tahun 2030. Metode perhitungan mengacu pada pedoman IPCC 2006 dengan pendekatan Tier 1 dan Tier 2. Hasil inventarisasi menunjukkan total emisi GRK di Kabupaten Bekasi didominasi secara mutlak oleh sektor industri sebesar 14.618.162.019,667 ton CO2eq pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 18.594.477.665,153 ton CO2eq pada tahun 2030. Sektor transportasi menyumbang emisi sebesar 5.307.760,979 ton CO2eq tahun 2024 dan 6.399.874,739 ton CO2eq tahun 2030. Sektor persampahan menghasilkan emisi GRK sebesar 1.076,078 Gg CO2eq pada tahun 2024 dan 3.706,835 Gg CO2eq pada tahun 2030. Analisis sebaran emisi menunjukkan Kecamatan Cikarang Pusat sebagai penghasil emisi industri terbesar, sementara beberapa kecamatan seperti Cabangbungin dan Muaragembong tidak menghasilkan emisi dari sektor industri. Pada sektor transportasi, emisi terbesar dihasilkan oleh Kecamatan Tambun Selatan pada tahun 2024 dan diproyeksikan berpindah ke Kecamatan Tambun Utara pada tahun 2030, dengan Kecamatan Cikarang Selatan sebagai penyumbang terkecil di kedua periode tersebut. Pada sektor persampahan untuk wilayah perencanaan, kecamatan yang memiliki emisi GRK terbesar pada tahun 2024 dan 2030 adalah Kecamatan Tambun Utara. Sedangkan untuk Kecamatan Tambelang dan Sukawangi memiliki emisi GRK yang lebih kecil dibanding Kecamatan Tambun Utara. Berdasarkan analisis SWOT dan matriks IFAS-EFAS, strategi reduksi prioritas yang dirumuskan meliputi penerapan teknologi amine absorber untuk penangkapan emisi CO2 di sektor industri dan penerapan Photobioreactor Algae Panel di sektor transportasi serta pengadaan reaktor kompos berkeley untuk pengolahan sampah organik.
Kata Kunci: Gas Rumah Kaca, IPCC, Sektor Industri, Sektor Transportasi, Sektor Persampahan, AERMOD, SWOT, IFAS-EFAS.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering |
| Depositing User: | anik riyanti |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 06:51 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 06:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50229 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
