Nazhannisa, Reyna (2026) PRAKTIK SOSIAL DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR BERSAMA OLEH IBU RUMAH TANGGA DI DESA KULUR, KABUPATEN MAJALENGKA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
print hard cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
Abstract
Pemanfaatan sumber daya air bersama masih menjadi praktik yang bertahan di
berbagai wilayah pedesaan meskipun akses terhadap sumber air modern semakin
tersedia. Di Desa Kulur, Kabupaten Majalengka, balong sebagai sumber daya air
bersama tetap dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan
domestik sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Penelitian ini bertujuan untuk
memahami proses pembentukan habitus ibu rumah tangga dalam praktik
pemanfaatan balong serta menjelaskan alasan balong tetap signifikan untuk dipilih
di tengah keberadaan sumber air alternatif yang dianggap lebih bersih. Pisau
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori praktik sosial oleh Pierre
Bourdieu. Konsep ini digunakan untuk melihat bagaimana praktik penggunaan
balong terbentuk melalui pengalaman historis, terus dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari, serta dipengaruhi oleh relasi antara habitus, modal, dan arena.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam,
dokumentasi dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk menggali
pengalaman hidup dan perjalanan kebiasaan informan dalam memanfaatkan
balong. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan ibu
rumah tangga sebagai informan utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa praktik penggunaan balong merupakan bagian dari rutinitas
keseharian yang terbentuk melalui pengalaman hidup sejak kecil, pewarisan nilai
antar generasi, serta relasi sosial yang terbangun di ruang balong. Selain berfungsi
sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air, balong juga berperan sebagai ruang
interaksi sosial yang melahirkan komunitas kecil yang menguntukan ibu rumah
tangga disana, Penelitian ini menyimpulkan bahwa Balong di Desa Kulur tetap
bertahan bukan hanya sebagai sumber air, melainkan arena sosial yang membentuk
kebiasaan, solidaritas perempuan, serta dianggap paling praktis, hemat, dan sesuai
dengan kehidupan sehari-hari ibu rumah tangga.
Kata kunci: praktik sosial; sumber daya air bersama; balong; ibu rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 03:21 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 03:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/50131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
